Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rela Kucurkan Rp 400 Triliun, Ini Alasan Kuat Presiden Prabowo Luncurkan Koperasi Merah-Putih

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 23:46 WIB | Oleh:
Rela Kucurkan Rp 400 Triliun, Ini Alasan Kuat Presiden Prabowo Luncurkan Koperasi Merah-Putih Doc: Istimewa
Ket. Presiden Prabowo Subianto meninjau beras subsidi yang dijual di koperasi Merah Putih di Klaten, 21 Juli 2025. Para ahli memperingatkan, program koperasi Merah Putih dapat menguras kas negara yang sudah kritis dan berpotensi mengganggu stabilitas keuangan

JAKARTA - Dari kredit untuk petani yang tidak memiliki akses perbankan hingga penyaluran barang bersubsidi dan bantuan pangan untuk keluarga miskin, jutaan kesengsaraan penduduk pedesaan dapat diselesaikan melalui inisiatif yang baru diluncurkan pemerintah, Koperasi Merah-Putih. 

Dikutip dari Channel News Asia, Koperasi Merah-Putih tidak hanya akan mendistribusikan barang-barang yang disubsidi pemerintah, seperti minyak goreng dan pupuk, tetapi juga menawarkan berbagai layanan. 

Meskipun niatnya mulia, inisiatif tersebut - yang menelan biaya 400 triliun rupiah (25 miliar dolar AS) dapat menimbulkan risiko serius bagi perekonomian jika tidak dilaksanakan dengan benar, kata para analis.

Mereka memperingatkan bahwa program tersebut bisa bernasib sama seperti kebijakan era Suharto yang gagal, yang sarat dengan salah urus dan praktik korupsi. Berdasarkan jumlah koperasi yang didirikan, program Presiden Prabowo Subianto saat ini sembilan kali lebih besar daripada program sebelumnya itu.

Karena skala besar program yang baru diluncurkan dan cara koperasi ini dibiayai, para ahli mengatakan inisiatif Prabowo juga dapat membuat beberapa desa terjebak dalam siklus utang sementara bank-bank milik negara berisiko mengalami masalah likuiditas.

“Banyak koperasi yang tidak dikelola secara profesional dan akhirnya kolaps akibat salah urus, utang yang menumpuk, dan korupsi,” ujar Achmad Nur Hidayat, dosen ekonomi dan kebijakan publik dari Universitas Pembangunan Nasional Jakarta, kepada CNA. 

Berbicara pada upacara peluncuran koperasi di Jawa Tengah pada hari Senin (21/7) , Prabowo mengatakan lebih dari 80.000 koperasi ini akan beroperasi di seluruh Indonesia selama tiga bulan ke depan, dan menambahkan bahwa 108 saat ini telah beroperasi.  

"Setiap desa akan memiliki gudang untuk menyimpan hasil panen. Kami juga akan memiliki toko-toko kebutuhan pokok, serta layanan simpan pinjam," kata Prabowo.  

Setiap koperasi juga akan mengoperasikan klinik kecil dan apotek serta menawarkan solusi transportasi bagi petani yang ingin membawa barang mereka ke pasar terdekat, tambahnya. 

Dalam meluncurkan koperasi, presiden berusaha menjelaskan mengapa pemerintahannya melakukannya dengan sangat besar.

Ia mengatakan koperasi akan menyediakan layanan penggilingan padi sehingga petani tidak perlu lagi menjual gabah mereka dengan harga murah ke penggilingan swasta. 

Prabowo berargumen bahwa banyak kasus pupuk bersubsidi berakhir di tangan calo yang menjualnya kembali kepada petani dengan harga yang sangat tinggi. Ada pula kasus di mana petani terpaksa meminjam uang dari  rentenir karena salah satu anggota keluarga jatuh sakit.

“(Area-area) inilah yang harus kita tangani dan kita tangani dengan langkah-langkah besar,” ujarnya, menjelaskan mengapa koperasi diluncurkan dalam skala besar dan dalam waktu kurang dari lima bulan sejak gagasan itu digulirkan pada awal Maret.

“Kita adalah bangsa yang besar, jadi kita harus berpikir besar dan punya nyali untuk mengambil tindakan besar.” 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.