Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bunga Pinjol Dibatasi, Industri Disuruh Adaptif

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bunga Pinjol Dibatasi, Industri Disuruh Adaptif Doc: ANTARA/Indra Arief Pribadi
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman, di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penetapan batas maksimum bunga harian dalam industri pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) tidak menyurutkan pertumbuhan industri pembiayaan berbasis teknologi ini.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman, di Jakarta, Selasa (22/7), sejak pengaturan bunga maksimum pindar diterapkan pada 2023, pertumbuhan pendanaan pindar justru meningkat.

"Malah terus naik sejak 2023, tidak melambat. Jadi artinya 'not big deal' bagi mereka. Jadi kita tetap optimis," kata Agusman dalam pertemuan dengan Redaktur Media Massa.

Menurut Agusman, pertumbuhan pendanaan pindar pada 2023 sebesar di bawah 20 persen, meningkat pada 2024 ke kisaran di atas 20 persen, dan pada Mei 2025 mencapai 27,9 persen dengan total pendanaan Rp82,5 triliun.

Aturan batas maksimum bunga pindar itu tertuang dalam Surat Edaran OJK Nomor 19/SEOJK.05/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi, yang menetapkan penurunan suku bunga pindar untuk sektor konsumtif menjadi 0,3 persen per hari mulai 2024.

Kemudian suku bunga pindar kembali turun untuk sektor konsumtif menjadi 0,2 persen per hari mulai 1 Januari 2025.

Agusman mengatakan besaran batas maksimum bunga pindar itu, juga sudah melalui diskusi dengan pelaku industri.

"Jadi kalau boleh disampaikan, ini tidak membuat mereka lemah, tidak ingin men-discourage," ujarnya.

Pengaturan bunga maksimum pindar juga ditujukan untuk membuat industri pindar lebih tertib dan memberikan perlindungan konsumen. Jika tidak diatur, bunga pindar dikhawatirkan menggerus kemampuan ekonomi peminjam dana.

"Kalau tidak diatur, limitnya bisa langit," ujarnya lagi.

Lebih lanjut, kata Agusman, kesehatan industri pindar juga terus diperkuat. OJK mewajibkan industri pindar untuk memenuhi ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar. Hingga saat ini, terdapat 12 penyelenggara dari total 96 penyelenggara pindar yang belum memenuhi ekuitas minimum.

"Seluruh (12) penyelenggara telah menyampaikan surat komitmen dan action plan untuk memenuhi ekuitas minimum," ujar dia.

Hingga Mei 2025, salah satu parameter kesehatan penyelenggara industri pindar yakni Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) tercatat 3,19 persen, atau belum melampaui batas toleransi 5 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.