Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen Ekraf: Anak Butuh Ruang Publik untuk Mengenal Buku dan Lagu

📅 Senin, 21 Jul 2025, 23:07 WIB | Oleh:
Wamen Ekraf: Anak Butuh Ruang Publik untuk Mengenal Buku dan Lagu Doc: ANTARA/Sinta Ambar
Ket. Wakil Menteri Ekraf Irene Umar saat ditemui di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (21/7).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengatakan bahwa anak-anak Indonesia tak hanya membutuhkan lagu anak untuk senantiasa diperdengarkan sesuai dengan usia, melainkan juga membutuhkan buku serta ruang publik untuk mengenal keduanya lebih dekat.

"Jadi bukan hanya lagu sih, kita melihat juga buku-buku. Dan ternyata ini ada banyak, cuman mereka perlu ruang-ruang publik yang terbuka supaya mereka lebih tahu, lebih banyak terhubung,” kata Irine kepada Antara di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (21/7).

Irene menyoroti dan memperhatikan kebutuhan buku untuk anak-anak, sementara pada permusikan pihaknya menyiapkan panggung-panggung di berbagai wilayah di Indonesia bekerja sama dengan publik maupun swasta untuk menghadirkan kedua kebutuhan tersebut.

Lewat upaya tersebut, dia menyerukan masyarakat secara luas dan orang tua terutama mau memperkenalkan buku lewat berbagai cara serta menggunakan opsi-opsi modern agar relevan dengan perkembangan zaman.

Irene mengungkapkan Kementerian Ekraf bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (Kemen PPPA) menghadirkan pameran bertajuk Kids Biennale Indonesia yang berlangsung pada 3-31 Juli 2025 di Galeri Nasional.

Dalam pameran itu menampilkan 142 karya seni rupa anak-anak dan tiga seniman profesional di kawasan Bundaran HI.

Selain itu, lanjut dia, board games, mainan tradisional dan buku bacaan anak-anak dihadirkan untuk menampilkan ekspresi seni dan menumbuhkan kreativitas.

Irene mengatakan bahwa dalam bulan Juli hingga Desember pihaknya akan menghadirkan program yang menggandeng berbagai subsektor ekraf dalam rangkaian Kids Biennale Indonesia.

“Makanya Kids Biennale juga temanya adalah growing without fear. Kedua adalah menciptakan suatu tempat yang aman untuk anak-anak,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian kegiatan ini mampu menjadi wadah serta jalan tengah bagi orang tua dan anak-anak untuk dapat belajar bersama-sama.

Menjelang perayaan Hari Anak Nasional 2025 yang diperingati pada 25 Juli mendatang, Irene berharap anak-anak Indonesia bisa tumbuh tanpa rasa takut di ruang lingkup yang aman.

“Selamat Hari Anak Nasional 2025. Semoga anak-anak bisa tumbuh tanpa rasa takut di ruang lingkup yang aman dan juga berkreasi. Dan semoga anak-anak bisa menjadi sumber pencahayaan kita karena anak-anak adalah sunshine to our life,” pungkas Irene. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
Makna Dibalik Peristiwa di ...
Luar Negeri
Trump Klaim Iran Hampir Men...
Megapolitan
516 Angkot Bogor Masih Dibu...

Pembangunan Karakter Harus Berisi Nilai-nilai Toleransi

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Pembangunan Karakter Harus ...
Luar Negeri
Hingga 500 Sekolah di Pranc...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.