Koperasi Merah Putih Berisiko Tinggi Jadi Ladang Korupsi Baru
📅 Senin, 21 Jul 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKetimbang pendekatan top-down, pemerintah perlu mendorong pembentukan koperasi berbasis konteks lokal dan kebutuhan warga. Koperasi juga perlu mempertimbangkan kemitraannya dengan BUMDes dan organisasi komunitas desa.
Pendanaan koperasi Merah Putih pun tidak boleh mengandalkan utang yang dijamin dana desa. Skema ini berisiko mengganggu stabilitas keuangan Indonesia, mengingat koperasi saat ini menjadi unit usaha dengan angka kredit macet terbesar.
Studi terbaru kami bahkan menemukan risiko gagal bayar koperasi selama enam tahun masa pinjaman senilai Rp85,96 triliun. Pemerintah desa akan menanggung risiko ini secara langsung.
Tanpa koreksi arah, koperasi Merah Putih bisa berubah menjadi bencana tata kelola yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap narasi ekonomi kerakyatan yang selama ini diagung-agungkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Muhamad Saleh, Researcher in Law and Regulatory Reform, Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!