Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koperasi Merah Putih Berisiko Tinggi Jadi Ladang Korupsi Baru

📅 Senin, 21 Jul 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Koperasi Merah Putih Berisiko Tinggi Jadi Ladang Korupsi Baru Doc: The Conversation

Muhamad Saleh, Center of Economic and Law Studies (CELIOS)

Koperasi Merah Putih adalah program ambisius pemerintahan Prabowo Subianto. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengklaim program ini merupakan upaya pemerintah memperkuat ekonomi rakyat berbasis kebersamaan dan kemandirian desa dan kelurahan.

Di atas kertas, koperasi Merah Putih terlihat demokratis. Dibentuk melalui musyawarah desa, skema ini mengesankan masyarakat berperan aktif menentukan struktur dan arah koperasi.

Namun, studi kami justru menemukan sejumlah masalah krusial koperasi Merah Putih. Salah satunya adalah risiko korupsi dan kebocoran anggaran besar hingga Rp48 triliun dari target jumlah 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.

Risiko korupsi koperasi Merah Putih

Melalui survei, kami juga memverifikasi apakah potensi korupsi di koperasi Merah Putih ini benar-benar bisa terjadi di lapangan.

Survei kami lakukan kepada 108 pejabat desa di 34 provinsi melalui wawancara mendalam. Tujuannya agar kami dapat menangkap pandangan langsung dari mereka.

Hasilnya? Potensi korupsi itu benar-benar ada. Sekitar 65% responden memperkirakan adanya celah besar dalam pelaksanaan koperasi Merah Putih rentan disusupi praktik korupsi terselubung.

Tengoklah salah satu pernyataan mereka:

Kasus korupsi dana BUMDes sudah banyak, anggaran pendirian Kopdes MP yang besar justru akan menciptakan korupsi yang semakin besar. -Perangkat desa di Sulawesi Utara

Adapun nilai Rp48 triliun kami peroleh dari risiko kebocoran anggaran di tingkat desa sebesar 20% dari total potensi pembiayaan bank milik negara ke 80 ribu koperasi Merah Putih sebesar Rp240 triliun per tahun. Sementara angka 20% ini berasal dari taksiran kebocoran pengadaan di tingkat desa versi studi Bank Dunia.

20250721144715_kebocoran-koperasi.JPG

Dengan asumsi semua koperasi Merah Putih mendapat pembiayaan yang sama, nilai risiko kebocoran per unit koperasi mencapai Rp60 juta per tahun. Kebocoran pengadaan berpotensi mengalir ke sektor informal, rente, dan kegiatan ekonomi ilegal.

Potensi korupsi di segala lini

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.