Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintahan Trump Tolak Reformasi Pandemi WHO, Dinilai Melanggar Kedaulatan AS

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 08:26 WIB | Oleh:
Pemerintahan Trump Tolak Reformasi Pandemi WHO, Dinilai Melanggar Kedaulatan AS Doc: AP
Ket. Menlu AS Marco Rubio menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur di Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan Pertemuan Terkait di Malaysia, 11 Juli 2025.

WASHINGTON - Amerika Serikat pada hari Jumat (18/7) secara resmi menolak perubahan aturan respons pandemi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan tindakan tersebut melanggar kedaulatan nasional.

Keputusan ini muncul beberapa bulan setelah Trump memulai proses penarikan AS dari badan kesehatan PBB tersebut setelah kembali menjabat pada bulan Januari. Meskipun telah menarik diri, Departemen Luar Negeri AS menyatakan ketentuan dalam reformasi yang diadopsi tahun lalu akan tetap mengikat AS.

Dalam pernyataan bersama, Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F Kennedy mengatakan amandemen tersebut “berisiko menimbulkan campur tangan yang tidak diinginkan terhadap hak kedaulatan nasional kita untuk membuat kebijakan kesehatan”.

"Kami akan mengutamakan rakyat Amerika dalam semua tindakan kami dan tidak akan menoleransi kebijakan internasional yang melanggar kebebasan berbicara, privasi, atau kebebasan pribadi rakyat Amerika," tegas mereka.

Rubio dan Kennedy mengatakan AS melepaskan diri dari serangkaian amandemen Peraturan Kesehatan Internasional, yang menyediakan landasan hukum untuk koordinasi global selama wabah penyakit.

Perubahan yang diadopsi tahun lalu oleh Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, mencakup komitmen terhadap “solidaritas dan kesetaraan” dan pembentukan mekanisme untuk menilai kebutuhan negara-negara berkembang selama keadaan darurat kesehatan global.

Revisi tersebut menyusul kegagalan upaya yang lebih luas untuk menyepakati perjanjian pandemi, yang menghadapi perlawanan keras dari anggota parlemen dan komentator konservatif di AS, Inggris, dan negara lain.

Sengketa HAKI

Meskipun pemerintahan Biden telah berpartisipasi dalam negosiasi, pada akhirnya mereka tidak mendukung bahasa final, dengan alasan kekhawatiran atas perlindungan hak kekayaan intelektual untuk vaksin yang dikembangkan AS.

Rubio dan Kennedy juga mengkritik kerentanan politik WHO yang dirasakan selama keadaan darurat kesehatan masyarakat.

“Perubahan tersebut gagal mengatasi kerentanan WHO terhadap pengaruh politik dan sensor – terutama dari Tiongkok – selama wabah,” kata pernyataan mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Komisi III DPR Berkunjung k...
Daerah
Lagi Gandrung, Semua Mau Di...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.