Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Jejak Karbon Digital di Balik Layar Gadget Kita

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 14:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengenal Jejak Karbon Digital di Balik Layar Gadget Kita Doc: The Conversation

Aji Saputra, Universitas Padjadjaran dan Gemilang Lara Utama

Tahukah kamu, di balik setiap aktivitas digital kamu seperti scrolling TikTok, binge-watching serial, hingga sesi ‘mabar’ game online, meninggalkan jejak karbon digital yang besar.

Tentu bentuknya bukan seperti asap dari knalpot kendaraan, tapi tersembunyi di gawai-gawai kita. Bahkan aktivitas menyimpan data yang tampaknya pasif, juga membutuhkan energi dan menghasilkan emisi karbon.

Yuk, kenalan lebih jauh dengan jejak karbon digital.

Dari mana asal emisi?

Ada tiga sumber penyumbang emisi karbon terbesar utama dari dunia digital.

1. Perangkat di genggaman kita  

Ponsel pintar, laptop, atau tablet yang kita gunakan dalam aktivitas sehari-hari menyumbang emisi sejak proses pembuatannya. Produksi satu unit smartphone saja bisa menghasilkan emisi sekitar 60 kg CO2e, setara dengan emisi mobil yang menempuh perjalanan 320 kilometer.

Saat kita streaming, main game online, atau video call, gawai butuh daya listrik untuk menyala. Konsumsi energi per perangkat ini bervariasi, mulai dari 30 watt untuk desktop biasa sampai 500 watt untuk komputer gaming.

Bayangkan berapa miliar perangkat yang aktif di seluruh dunia? Jumlah energi yang digunakan pasti sangat besar. Begitu juga dengan jejak karbon yang dihasilkannya.

2. Jaringan transmisi

Jaringan transmisi merupakan komponen penting agar data bisa dikirim dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Dibutuhkan infrastruktur jaringan seperti router Wi-Fi, menara seluler, dan kabel optik. Semua akan bekerja berkat pasokan listrik yang terus-menerus.

Energi yang dibutuhkan tentu tidak kecil. Menurut International Energy Agency (IEA), jaringan transmisi data global mengonsumsi 260-340 TWh pada 2022. Jaringan seluler saja misalnya, menyumbang sekitar dua pertiga dari total penggunaan energi tersebut, atau berkisar 156-238 TWh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.