Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Majelis Umum PBB Setujui Anggaran Perdamaian

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 14:45 WIB | Oleh:
Majelis Umum PBB Setujui Anggaran Perdamaian Doc: X - United Nations

NEW YORK - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menyetujui anggaran sebesar USD 5,4 miliar (Rp87,5 triliun). Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai operasi penjaga perdamaian selama periode 2025–2026, dilansir dari laman resmi PBB, Sabtu (12/7).

Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi Komite Kelima PBB yang membidangi urusan administrasi dan anggaran. Anggaran tersebut mencakup pendanaan untuk 12 misi aktif penjaga perdamaian serta pusat logistik di Entebbe (Uganda) dan Brindisi (Italia).

Selain itu, dana juga dialokasikan untuk akun pendukung yang bertugas menunjang pelaksanaan misi-misi tersebut. Semua resolusi anggaran disahkan tanpa pemungutan suara, kecuali untuk resolusi yang berkaitan dengan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

Resolusi UNIFIL akhirnya disetujui dengan 147 suara mendukung. Tiga negara menolak, yaitu Argentina, Israel, dan Amerika Serikat, sementara satu negara, Paraguai, memilih abstain.

Anggaran tahun ini menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 5,59 miliar (Rp90,6 triliun). Meski demikian, tantangan keuangan tetap menjadi perhatian utama PBB.

Pengendali Anggaran PBB, Chandramouli Ramanathan, menyampaikan kekhawatiran serius terkait krisis likuiditas yang terus membayangi organisasi internasional ini. Ia menjelaskan kekurangan kas seringkali memaksa pemangkasan anggaran hingga 10–20 persen, yang berdampak pada implementasi program.

“Tanpa uang, tidak ada pelaksanaan. Tidak cukup kas. Saya tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya upaya besar dari pihak Anda untuk membantu kami melampaui garis ini dan menangani masalah yang telah membebani PBB selama bertahun-tahun,” ujar dia.

Ramanathan menyerukan agar negara-negara anggota melakukan langkah nyata untuk mengatasi persoalan keuangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini. Menurutnya, kesepakatan anggaran tahunan belum cukup untuk menyelesaikan akar masalah yang menghambat keberlanjutan operasional PBB.

Operasi penjaga perdamaian tetap menjadi salah satu pilar utama PBB. Hampir 70 ribu personel militer, polisi, dan sipil dikerahkan di berbagai wilayah konflik di Afrika, Timur Tengah, dan Eropa untuk misi perdamaian.

Misi-misi ini diberikan mandat oleh Dewan Keamanan PBB untuk menstabilkan wilayah-wilayah konflik dan melindungi warga sipil. Selain itu, mereka juga bertugas mendukung proses politik serta membantu pelucutan senjata dan reformasi hukum. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.