Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Kelautan dan Perikanan: Hasil Laut Kaltim Tembus Pasar 12 Negara di Asia hingga Eropa

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Kelautan dan Perikanan: Hasil Laut Kaltim Tembus Pasar 12 Negara di Asia hingga Eropa Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi- Petani memanen udang windu.

SAMARINDA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim​​​​​​) mencatat produk hasil laut lokal telah menembus 12 pasar ekspor di kawasan Asia hingga Eropa. 

"Keberhasilan menembus pasar mancanegara ini merupakan wujud nyata bahwa kualitas hasil laut kita mampu bersaing ketat di panggung global," kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim Irma Listiawati di Samarinda, Rabu (29/7). 

Sepanjang semester pertama tahun 2026, ia mengatakan total volume ekspor komoditas perikanan dari wilayah Benua Etam telah berhasil mencapai angka 1.446 ton. 

Seluruh hasil perikanan Kaltim tersebut terbukti mampu meraup perputaran devisa negara dengan total nilai ekonomi menembus angka Rp261 miliar. 

"Capaian ekspor yang bernilai ratusan miliar ini pada muaranya bertujuan untuk mengangkat taraf hidup serta menambah nilai jual tangkapan nelayan," ujar dia. 

Terdapat lima komoditas laut dominan yang menjadi primadona ekspor unggulan daerah tersebut sepanjang enam bulan terakhir.  

Udang windu menduduki posisi puncak dengan volume ekspor mencapai 863,9 ton yang menyumbang nilai hingga sebesar Rp192,9 miliar. 

"Tingginya permintaan udang di pasar internasional sangat membantu menjaga stabilitas ekonomi yang secara konsisten selalu dinikmati oleh seluruh masyarakat pesisir," kata Irma. 

Komoditas andalan berikutnya yang terus diminati oleh pasar dunia adalah udang pink, kerapu segar, bawal putih segar, serta udang putih. 

Seluruh komoditas itu berhasil memenuhi permintaan ekspor ke Vietnam, Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Arab Saudi, Hongkong, Filipina, Malaysia, India, Taiwan, Singapura, hingga Australia. 

"Kepercayaan pasar global terhadap kesegaran komoditas perikanan kita terwujud berkat pengawasan jaminan mutu yang ketat sebelum produk itu rutin diekspor," ujar dia. 

Selama bulan Januari hingga Juni 2026, pemerintah telah memfasilitasi penerbitan sebanyak 1.072 sertifikat jaminan mutu ekspor untuk melindungi para nelayan. 

Sertifikasi standar mutu internasional ini menjadi jaminan legalitas mutlak agar produk laut daerah tidak mengalami penolakan di setiap pelabuhan tujuan. 

"Kami berkomitmen terus mempermudah akses pelayanan logistik ekspor agar ekosistem usaha perikanan di wilayah ini semakin tumbuh dan kuat," kata Irma.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Swasembada Gula Dimulai dari Lampung
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.