Gubernur Pramono Bangun Pusat Inovasi Jakarta, Gandeng Kampus MIT dan Stanford
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 13:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat penguatan ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi melalui rencana pembentukan Jakarta Education and Innovation Center. Inisiatif tersebut diproyeksikan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global berbasis pengetahuan dan inovasi.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Focus Group Discussion (FGD) on the Establishment of the Jakarta Education and Innovation Center di Ruang Pola Benyamin Sueb, Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/7). Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, hingga mitra internasional menjadi fondasi penting dalam membangun pusat inovasi berkelas dunia.
"Pembentukan Jakarta Education and Innovation Center menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan mitra internasional," ujar Pramono.
Pramono menilai Jakarta memiliki modal besar untuk menjadi pusat lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan perkotaan. Keragaman masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga kompleksitas persoalan ibu kota dinilai menjadikan Jakarta sebagai living laboratory yang ideal bagi pengembangan riset dan teknologi.
"Jakarta memiliki tantangan sekaligus potensi yang sangat besar. Karena itu, kami ingin menjadikan Jakarta sebagai tempat lahirnya riset dan inovasi yang mampu menjawab persoalan perkotaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembentukan Jakarta Education and Innovation Center merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta bersama Georgetown University dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sebelumnya, AT Kearney bersama Georgetown University juga berdiskusi dengan Danantara terkait penyusunan skema insentif untuk menarik perguruan tinggi internasional membuka kampus di Jakarta.
Melalui forum tersebut, para peserta membahas berbagai aspek strategis, mulai dari model kelembagaan, tata kelola, kemitraan internasional, dukungan regulasi, hingga penyusunan roadmap implementasi Jakarta Education and Innovation Center. Hasil diskusi nantinya akan menjadi bahan penyusunan kebijakan yang dikoordinasikan oleh Bappeda Provinsi DKI Jakarta.
Pramono berharap kolaborasi yang terjalin dapat menghadirkan lebih banyak institusi pendidikan dan lembaga riset kelas dunia di Jakarta. Kehadiran mereka diyakini mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing ibu kota di tingkat internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Ke depan, kami ingin semakin banyak perguruan tinggi dan lembaga riset kelas dunia berkolaborasi di Jakarta sehingga pendidikan dan inovasi menjadi kekuatan baru untuk meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global," pungkas Pramono.
FGD tersebut dihadiri perwakilan berbagai perguruan tinggi ternama dunia, di antaranya Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, Georgetown University, Seoul National University (SNU), Nanyang Technological University (NTU), Peking University, Brown University, The London School of Economics and Political Science (LSE), Monash University Indonesia, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya. Turut hadir pula perwakilan World Bank, Asian Development Bank (ADB), AT Kearney, dan sejumlah kementerian untuk memberikan masukan strategis terhadap pengembangan pusat pendidikan dan inovasi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!