Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo ke Lulusan IPDN: Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit, Jadi Aparatur yang Jujur dan Bersih

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo ke Lulusan IPDN: Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit, Jadi Aparatur yang Jujur dan Bersih Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto saat melantik Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7).

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta pamong praja muda menghindari birokrasi yang berbelit-belit serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Dalam amanatnya pada pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7), Presiden menegaskan bahwa pamong praja merupakan aparatur negara yang berkewajiban menjaga nama baik negara melalui pelayanan yang profesional, jujur, dan berintegritas.

"Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, masyarakat membutuhkan aparatur yang bekerja secara jujur, disiplin, bersih dari korupsi, berani mengambil keputusan, serta selalu hadir ketika rakyat membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat akan menilai negara melalui sikap, keputusan, dan integritas para pamong praja dalam menjalankan tugas.

"Rakyat yang akan merasakan apakah negara peduli dengan rakyatnya atau tidak. Dan dari keputusan-keputusan saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak," katanya.

Karena itu, Presiden meminta para pamong praja muda bekerja sebaik-baiknya. Menurut dia, pelayanan yang berkualitas akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada negara, sedangkan pelayanan yang buruk justru dapat mengikis kepercayaan tersebut.

Prabowo juga mengingatkan bahwa para pamong praja muda merupakan generasi penerus yang akan memegang estafet kepemimpinan pemerintahan sekaligus menjadi penentu keberhasilan pembangunan nasional.

"Kami di sini bekerja dan mengabdi untuk membuka jalan bagi saudara-saudara sekalian. Saudara adalah anak-anak kami yang kami siapkan untuk menjaga Republik ini setelah kami sudah tidak ada," ujarnya.

Presiden menekankan bahwa para pamong praja harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin terbaik yang mampu menggerakkan birokrasi pemerintahan dan memastikan setiap program pembangunan terlaksana secara efektif di lapangan.

Menurut dia, keberhasilan berbagai kebijakan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaannya di lapangan.

Upaya Adu Domba

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki sumber daya alam melimpah sehingga sejak lama menjadi sasaran berbagai kepentingan asing. Oleh karena itu, ia meminta seluruh aparatur negara menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh berbagai upaya adu domba.

"'Divide et impera', pecah belah dan berkuasa. Itu adalah hukum mereka, itu adalah ilmu mereka. Pecah belah antara suku, pecah belah antara agama, pecah belah antara ras, pecah belah antara kelompok etnis, pecah belah antara golongan," kata Presiden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.