Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Terjunkan Pasukan Oranye Angkut Sampah di Sungai

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 18:07 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Terjunkan Pasukan Oranye Angkut Sampah di Sungai Doc: ANTARA/HO-Dinas Lingkungan Hidup DKI
Ket. Pasukan oranye mengangkut sampah di sungai untuk mencegah banjir di Jakarta.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan pasukan oranye atau petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk mengangkut sampah di sungai sebagai upaya mencegah banjir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Jumat (11/7) mengatakan, pasukan oranye disiagakan di titik-titik rawan untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah.

Penumpukan sampah berpotensi menimbulkan efek bendung pada aliran sungai dan memperparah dampak banjir.

Penanganan sampah ini, menurut Asep, dilakukan sejak dari hulu ke hilir aliran sungai, yakni di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai saringan awal sampah sebelum masuk ke tengah kota.

Sebaran sampah di lokasi seperti Jembatan Pelangi Kalibata, Jembatan Kampung Melayu hingga Banjir Kanal Barat (BKB) Season City bisa diantisipasi dengan baik. "Sehingga aliran air menuju laut bisa lancar tanpa adanya efek bendung sampah," katanya.

Asep menyampaikan, sebelum SSTBS beroperasi, sampah menumpuk di Jembatan Pelangi Kalibata, Jembatan Kampung Melayu dan Pintu Air Manggarai.

DLH DKI Jakarta mengerahkan lebih dari 5.000 personel di seluruh wilayah Jakarta saat operasi siaga banjir.

Menurut Asep, dalam penanganan sampah akibat banjir di Jakarta, kesiapsiagaan para personel ini menjadi kunci dalam mengurangi dampak banjir akibat penyumbatan sampah.

"Begitu air rob surut, air banjir langsung menggelontor ke laut tanpa terhalang efek bendung sampah," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan penyebab terjadinya banjir relatif tinggi dan lama surut di Jakarta karena terjadi bersamaan tiga faktor. Yaitu banjir kiriman, curah hujan yang tinggi di dalam kota dan naiknya air pasang (rob).

Pramono menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar langkah antisipatif berjalan efektif dengan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Selain itu, ia meminta seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta dan petugas di lapangan agar bekerja dengan penuh empati. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.