Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Hari Ini Menguat, Tapi Keraguan Pasar Belum Benar-Benar Hilang

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Menguat, Tapi Keraguan Pasar Belum Benar-Benar Hilang Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto
Ket. Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis seiring pelaku pasar yang masih mencermati kombinasi sentimen domestik dan global.

Dari dalam negeri, optimisme terhadap stabilitas ekonomi dan prospek kinerja emiten menjadi penopang pergerakan indeks.

Namun, penguatan yang terbatas menunjukkan investor tetap berhati-hati menghadapi berbagai faktor eksternal, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral global hingga dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi arus modal dan tingkat risiko di pasar keuangan.

Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara minat beli yang masih terjaga dan sikap wait and see investor terhadap perkembangan global.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/6) sore, ditutup menguat 4,80 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.177,14 tipis di tengah adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,52 poin atau 1,22 persen ke posisi 609,40.

"Kenaikan IHSG dibatasi oleh peringatan baru dari MSCI, yang mana penyedia indeks tersebut menyoroti visibilitas yang lemah dalam kepemilikan saham dan tanda-tanda perdagangan terkoordinasi," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (19/6).

Dari dalam negeri, hasil dari review MSCI Global Market Accessibility mengonfirmasi adanya penurunan peringkat pada satu aspek, yakni Information Flow (arus informasi), dengan alasan kurangnya transparansi kepemilikan saham, serta kekhawatiran terkait perdagangan yang terkoordinasi.

MSCI menekankan bahwa persoalan utama pasar modal Indonesia bukan pada likuiditas atau ukuran pasar, melainkan pada aspek tata kelola, transparansi, serta keterbukaan informasi.

"Sorotan MSCI terhadap kualitas pembentukan harga dan transparansi berpotensi meningkatkan persepsi risiko di mata investor global," ujar Nico.

Selanjutnya, MSCI akan mengumumkan Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 pekan depan.

Dari mancanegara, pergerakan pasar dibayangi saat mulainya implementasi perjanjian damai tentatif antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Kamis (18/06), yang berhasil meredakan ketegangan geopolitik dan menurunkan harga minyak global.

Berlakunya perjanjian damai untuk menyudahi perang AS-Iran memicu pemulihan, yang ditandai dengan pencabutan resmi blokade laut Iran oleh pihak Washington.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance, menyatakan bahwa setiap bentuk keringanan ekonomi bagi Teheran akan bergantung pada kepatuhan Iran terhadap seluruh ketentuan perjanjian tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemandu dan Porter di Gunun...
Event Jakarta Akhir Pekan 20-21 Juni: Serbu Jakarta Fair 2026 hingga Konser Musik Ancol

Event Jakarta Akhir Pekan 20-21 Juni: Serbu Jakarta Fair 2026 hingga Konser Musik Ancol

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.