Inovasi Pelatihan Vokasi dan Solusi Masalah Tenaga Kerja Indonesia
📅 Jumat, 11 Jul 2025, 08:20 WIB | Oleh: Tim PenulisTidak lagi cukup mengajarkan keterampilan teknis semata, pelatihan kini dituntut untuk membentuk pola pikir strategis, kemampuan komunikasi, kerja kolaboratif lintas fungsi, serta sensitivitas terhadap perubahan.
Program-program unggulan seperti Harvard ManageMentor kini memungkinkan untuk diadaptasi di Indonesia. Ini menarik karena diimplementasikan dengan mengusung pendekatan pembelajaran aktif, bukan satu arah.
Dan ini penting karena pekerja tidak lagi bisa dibentuk dengan pola didaktik lama, tetapi harus mampu belajar secara mandiri, memecahkan masalah, dan mengelola konflik dalam organisasi.
Pelatihan kerja memang semestinya tidak boleh menjadi ruang pasif tapi harus menjelma menjadi ekosistem pembelajaran sepanjang hayat.
Sementara itu, Vinay Hebbar, Executive Vice President Harvard Business Impact, melihat Indonesia sebagai negara memiliki potensi besar dalam pengembangan kepemimpinan dan manajemen yang relevan dengan praktik terbaik global.
Ia menekankan pentingnya untuk membangun kapabilitas kepemimpinan yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga visioner dan berdampak jangka panjang.
Kemitraan dengan platform di Indonesia memungkinkan institusinya bisa menyesuaikan konten pelatihan agar lebih sesuai dengan kebutuhan lokal, sehingga lebih relevan, mudah diakses, dan benar-benar memberi dampak pada kualitas kerja.
Tentu tantangan pelaksanaan tetap besar. Tidak semua tenaga kerja memiliki akses yang sama terhadap teknologi atau lingkungan kerja yang mendorong pembelajaran.
Namun, inilah nilai tambah dari pendekatan yang ditawarkan, fleksibilitas akses secara online, offline, dan hybrid memungkinkan perluasan jangkauan secara signifikan.
Perluasan akses
Dengan dukungan sistem manajemen berbasis teknologi, proses pelatihan juga dapat dipantau, dievaluasi, dan disesuaikan secara berkala. Ini menciptakan siklus pelatihan yang tidak statis, melainkan terus bergerak mengikuti kebutuhan sektor dan tren dunia kerja.
Ray Pulungan, CEO Pintar, menegaskan bahwa perluasan akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan jaringan global merupakan misi sosial yang sangat penting.
Ia berpendapat sudah saatnya untuk membawa pembelajaran kelas dunia ke dalam denyut kebutuhan pelatihan tenaga kerja Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!