Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mumpung Cuaca Bersahabat, Petani Lebak Percepat Masa Tanam

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 23:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mumpung Cuaca Bersahabat, Petani Lebak Percepat Masa Tanam Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Tanaman padi yang dikembangkan Gapoktan Sukabungah tumbuh subur dan tampak hijau, diperkirakan panen Agustus 2025 sehingga dapat memenuhi pangan dan peningkatan ekonomi petani.

LEBAK – Gerakan percepatan tanam, atau Luas Tambah Tanam (LTT), bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya padi, guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

Percepatan tanam juga membantu petani mengoptimalkan lahan dan memanfaatkan musim tanam dengan lebih efektif, terutama di daerah yang rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem

Sejumlah gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Lebak, Banten, memperkuat produksi ketahanan pangan melalui gerakan percepatan tanam di daerah ini.

"Kami setiap panen padi bisa kembali melaksanakan percepatan tanam," kata Ketua Gapoktan Sukabungah, Desa Tambakbaya, Kabupaten Lebak Ruhiana (55), di Lebak, Minggu (6/7).

Pertanian padi di wilayahnya seluas 150 hektare, dan dipastikan Agustus mendatang memasuki panen raya.

Sebab, petani di sini melakukan gerakan percepatan tanam pada Mei 2025 lalu, dan kebanyakan benih Inpari 32 dengan masa panen 100-115 hari setelah tanam.

"Kami bersyukur tanaman padi yang usia rata-rata 40 hari setelah tanam tumbuh subur dan hijau, juga terpenuhi pasokan air," kata Ruhiana.

Menurut dia, pendapatan usaha pertanian pangan padi sawah yang dikembangkan Gapoktan Sukabungah itu bisa mencapai Rp3,7 miliar per musim panen dari lahan 150 hektare dengan 200 anggota.

Usaha pertanian pangan padi sawah menjadi andalan ekonomi petani binaannya, dan berhasil untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Produktivitas padi setiap panen bisa menghasilkan gabah basah sebanyak 5 ton per hektare jika dikalkulasikan dengan lahan seluas 150 hektare, sehingga bisa menghasilkan gabah basah panen 750 ton dan jika dikonversikan beras menjadi 370 ton.

"Jika harga beras itu dijual Rp10 ribu per kilogram dengan sebanyak 370 ton, maka dapat menghasilkan uang Rp3,7 miliar per musim panen selama empat bulan atau rata-rata Rp25 juta per hektare," kata Ruhiana.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Malabar, Kabupaten Lebak Muslim (60) mengatakan pihaknya saat ini terus memperkuat ketahanan pangan dalam mendukung program swasembada pangan dengan melakukan percepatan tanam.

Petani di sini dengan garapan lahan seluas 50 hektare dan Indeks Pertanaman (IP) tiga kali musim tanam dalam setahun.

Dari tanam setahun itu dengan tiga kali tanam bisa mencapai 150 hektare dan menghasilkan produksi pangan 750 ton gabah basah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Luar Negeri
Inggris Tetap Teguh Usai Ar...
Luar Negeri
Rusia Tuduh NATO Ingin Jadi...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.