Ragam Potensi Ekonomi Papua Ini Tertutup Kemegahan Tambangnya
📅 Kamis, 03 Jul 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisTanpa industri pengolahan hasil tambang, pertanian, dan perikanan, Papua akan terus bergantung pada komoditas mentah.
Karena itu diperlukan hilirisasi melalui insentif investasi untuk mendirikan pabrik pengolahan tembaga dan emas di Papua Tengah, industri pengolahan kelapa sawit dan kakao di Papua Selatan, serta pengolahan hasil perikanan di wilayah pesisir.
3. Penguatan SDM lokal
Penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi kunci utama. Papua memiliki potensi tenaga kerja muda yang besar, tetapi sebagian besar belum memiliki keterampilan teknis dan industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah perlu membangun pusat-pusat pelatihan vokasi berbasis sektor unggulan (seperti pertambangan, perikanan, dan konstruksi) di setiap provinsi. Pemberian insentif bagi investor yang melibatkan dan melatih tenaga kerja lokal juga harus diperkuat.
4. Kemudahan regulasi
Reformasi regulasi dan penyederhanaan perizinan sangat penting untuk meningkatkan iklim investasi. Banyak investor menilai hambatan utama dalam berinvestasi di Tanah Papua, yaitu adanya ketidakpastian hukum atas kepemilikan lahan, lambannya proses birokrasi, serta minimnya koordinasi antara pusat dan daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Solusi yang realistis adalah dengan membentuk zona ekonomi khusus (KEK) berbasis potensi lokal dan digitalisasi sistem perizinan (OSS).
5. Pemberdayaan masyarakat adat
Pemberdayaan masyarakat adat dan peningkatan stabilitas sosial merupakan hal yang tak kalah penting. Investasi tidak boleh berjalan di atas konflik lahan atau mengorbankan kearifan lokal.
Pemerintah daerah harus aktif memfasilitasi dialog antara investor dan masyarakat, membangun mekanisme perlindungan sosial, serta memperjelas status hukum atas tanah ulayat.
Papua bukan hanya kaya akan sumber daya alamnya semata, tetapi juga bisa memberikan sumbangsih nyata bagi perekonomian nasional juga asal dikelola dengan pendekatan yang tepat. Kita perlu menggeser paradigma dari Papua sebagai objek pembangunan menjadi Papua sebagai subjek ekonomi nasional.
Ini bukan soal belas kasih, tetapi soal keadilan dan akal sehat pembangunan jangka panjang agar pemerataan pembangunan nasional tercapai dan tidak ada daerah yang tertinggal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!