Ragam Potensi Ekonomi Papua Ini Tertutup Kemegahan Tambangnya
📅 Kamis, 03 Jul 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSektor konstruksi pun menjadi penyumbang terbesar PDRB Papua dengan nilai Rp16,68 triliun pada 2023. Namun di sisi lain, Papua juga merupakan provinsi dengan indeks kemahalan konstruksi tertinggi nasional. Hal ini mencerminkan persoalan serius dalam logistik, rantai pasok bahan bangunan, dan akses terhadap pasar tenaga kerja yang terampil.
Jika melihat sektor pertambangan, Papua Tengah menjadi pusat utama eksploitasi mineral dengan nilai tambah mencapai Rp78 triliun dalam PDRB 2023. Akan tetapi, ketergantungan ekonomi terhadap sektor ekstraktif semata tidak berkelanjutan. Tanpa hilirisasi dan pengolahan lokal, keuntungan terbesar akan terus menguap ke luar Papua.
Permasalahan lama yang tak tersentuh
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan adanya ketimpangan dalam aliran investasi pascapemekaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Provinsi Papua Tengah mencatatkan Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar senilai US$968 juta (Rp15,6 triliun). Sebagian besar dana ini berasal dari sektor pertambangan.
Sebaliknya, Papua Pegunungan tidak mencatatkan investasi asing sama sekali.
Tren Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pun masih terpusat pada sektor-sektor yang bersifat dasar (seperti perdagangan, konstruksi, dan jasa). Adapun sektor manufaktur dan industri pengolahan hampir tidak tersentuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pola investasi ini mencerminkan keterbatasan infrastruktur, tantangan aksesibilitas, dan minimnya strategi hilirisasi ekonomi yang sistematis.
Untuk mengubah arah pembangunan, diperlukan strategi yang tidak biasa-biasa saja, antara lain:
1. Prioritaskan infrastruktur dan konektivitas
Pembangunan infrastruktur dan konektivitas harus diprioritaskan. Hal ini tidak hanya dalam konteks pembangunan jalan dan pelabuhan, tetapi juga dalam penguatan konektivitas digital dan energi.
Daerah seperti Papua Pegunungan dan Papua Selatan membutuhkan pelabuhan perikanan terpadu dan akses transportasi untuk mempercepat pengembangan sektor produktif.
2. Dorong hilirisasi lokal lewat insentif investasi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!