Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Klaim Iran Hampir Menyerah Soal Nuklir

📅 Senin, 05 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Klaim Iran Hampir Menyerah Soal Nuklir Doc: AFP/Aaron Schwart z/Getty Images
Ket. Gedung Putih di Washington, DC, AS, Sabtu (3/10).

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran "hampir menyerah" terhadap rencana mengembangkan senjata nuklir, yang menjadi salah satu tujuan utama pemerintahannya dalam konflik dengan Teheran yang memasuki bulan kedelapan.

Dikutip dari Antara, Trump juga mengatakan harga minyak saat ini menurun setelah mengalami lonjakan sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

"Harga minyak turun. Saat ini harga minyak lebih rendah, bahkan lebih rendah dibandingkan masa pemerintahan Biden," kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih menuju rapat umum di Ohio, Sabtu (3/10).

Trump menilai pemerintahan Joe Biden tidak melakukan apa pun untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

"Ngomong-ngomong, Iran, seperti yang kalian ketahui, hampir menyerah terhadap rencana memiliki senjata nuklir," klaim Trump.

Iran selama ini membantah tuduhan AS dan Israel mengenai upaya mengembangkan senjata nuklir.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan posisi tersebut saat mengunjungi New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu.

Pezeshkian mengatakan Iran tidak menginginkan senjata nuklir karena adanya larangan agama. Ia juga menawarkan untuk mengurangi kadar uranium yang diperkaya Iran melalui proses yang diawasi secara internasional.

Namun, Iran menegaskan tidak akan mengorbankan program nuklir untuk tujuan damai atau membuat konsesi struktural sebelum AS mencabut sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Dua diplomat Iran yang tiba di AS untuk menghadiri Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB, tetapi tidak meninggalkan negara tersebut setelah acara berakhir, diminta untuk meninggalkan AS, menurut laporan Axios pada Sabtu yang mengutip seorang pejabat AS.

Menurut pejabat tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memandang serius situasi itu. Rubio sebelumnya dilaporkan meminta delegasi Iran meninggalkan AS setelah perundingan mengalami kebuntuan.

Perutusan Tetap Iran untuk PBB di New York kemudian menyatakan bahwa delegasi Iran yang dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah meninggalkan New York sesuai jadwal yang sebelumnya disampaikan kepada pihak AS.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pada Minggu (4/10) bahwa Teheran "tidak gentar ataupun terintimidasi" oleh tindakan AS. Ia menegaskan Iran siap menghadapi konflik sekaligus tetap membuka ruang untuk perundingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Jumlah Anggota DPRD Kemungkinan Turun

39 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Jumlah Anggota DPRD Kemungk...

Hudson: Supporter Stadion Utama GBK Sangat Fanatik

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Hudson: Supporter Stadion U...
Nasional
Makna Dibalik Peristiwa di ...
Luar Negeri
Trump Klaim Iran Hampir Men...
Megapolitan
516 Angkot Bogor Masih Dibu...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.