Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bapanas: Tidak semua Beras SPHP Tepat Sasaran. Harus ada Perbaikan!

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 15:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bapanas: Tidak semua Beras SPHP Tepat Sasaran. Harus ada Perbaikan! Doc: Antara
Ket. Bapanas/NFA telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan beras SPHP. Berdasarkan evaluasi tersebut, diperlukan beberapa perbaikan terkait mekanisme penyaluran

JAKARTA – Penyaluran program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai penekan harga di pasaran harus tepat sasaran. Stok beras yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mesti dapat diperoleh masyarakat sesuai kualitas CBP yang ada. Tidak boleh ada penyimpangan.

Demi mempertajam keakuratan penyaluran, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi memastikan akan terus melakukan reviu dan perbaikan terhadap mekanisme program beras SPHP. Ini tentunya dilakukan bersama Bulog sebagai operator pelaksana berdasarkan penugasan yang diputuskan bersama dalam Rakortas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

"Untuk penyaluran beras SPHP bisa dilepas atau tidaknya, itu berdasarkan penugasan yang pemerintah putuskan bersama. Lalu SPHP beras memang diberhentikan sementara dalam beberapa bulan terakhir ini. Jadi atas masukan Bapak Menteri Pertanian bahwa kalau kita sedang panen raya, sebaiknya tidak mengeluarkan SPHP," jelas Arief dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, pada Selasa (1/7).

"Ini tentu karena di lain sisi akan menyebabkan penurunan harga di tingkat petani. Begitu argumentasinya dan tentunya pada saat panen raya, SPHP tidak turun, sehingga Januari, Februari sampai Lebaran itu masih ada beras SPHP. Lalu April sampai sekarang tidak ada," sambungnya.

Beranjak dari itu, Arief menjelaskan pihaknya telah melakukan suatu evaluasi terhadap pelaksanaan beras SPHP. Berdasarkan evaluasi tersebut, diperlukan beberapa perbaikan terkait mekanisme penyaluran stok beras SPHP ke outlet-outlet.

"Izinkan kami melaporkan bahwa tidak semua beras SPHP itu kemarin tepat sasaran, sehingga hasil reviu kami harus ada perbaikan, termasuk sampai ke pengawasan di lapangan. Tidak tepat sasaran ini maksudnya outlet-outletnya itu terdapat yang tidak ada. Jadi alamatnya tidak sesuai dengan yang terdaftar, makanya ini tidak tepat," ungkap Arief.

"Ke depannya kami mau pakai instrumen yang lain. Instrumen yang bisa lebih dipertanggungjawabkan. Misalnya nanti ada Koperasi Merah Putih. Itu akan menjadi outlet offline dan juga ada digitalisasi. Saat ini kami sedang mempersiapkan process business-nya, agar tidak terulang kesalahan kemarin yang SPHP tidak tepat sasaran itu," tandasnya.

Menurut Arief, ini merupakan corrective action yang patut dilakukan. Ia katakan langkah perbaikan ini juga didorong pula dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Badan Pangan Nasional dalam audit bersama BPK dan BPKP, itu teman-teman pemeriksa menyampaikan bahwa kami jangan hanya melepas ke Bulog saja, tapi juga harus ada pengecekan. Cek sampai ke titik bagi, sampai dengan outletnya. Temuan ini tentunya adalah corrective action untuk dilakukan bersama Bulog dalam penyaluran yang dalam waktu dekat ini," urai Kepala NFA Arief Prasetyo Adi.

Daftar outlet beras SPHP ke depannya akan dipertajam melalui verifikasi yang lebih komprehensif yang turut melibatkan dinas-dinas pangan di daerah. Datanya harus by name and by address disertai kontak yang jelas. Terlebih kualitas beras SPHP sebenarnya mendekati kualitas beras premium, namun dijual seharga Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium.

Adapun sebagaimana diketahui, beras SPHP akan kembali dikucurkan pemerintah. Arief pun yakin dalam minggu ini dapat mulai salur kembali. Proses pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kementerian Keuangan disebutnya sedikit lagi akan tuntas.

"Kalau melihat perkembangan harga beras dari BPS (Badan Pusat Statistik), datanya dari kondisi beberapa provinsi, kabupaten, dan kota, itu berarti memang sekarang waktunya untuk salur, untuk pemerintah intervensi," imbuhnya.

"Sekarang untuk daerah target penyaluran beras SPHP hampir semua, bukan hanya Indonesia Timur saja, tapi daerah yang terindikasi harga berasnya sudah di atas 5 persen. Secepatnya kita kerjakan kalau anggarannya sudah ditransfer dari Kemenkeu. Prosesnya sedikit lagi. Minggu ini bisa," kata Arief.

Untuk diketahui, target salur maksimal penyaluran beras SPHP hingga Desember dapat mencapai 1,318 juta ton. Ini merupakan keseluruhan dari target 1,5 juta ton yang merupakan salah satu keputusan dalam Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto (30/12/2024). Sementara realisasi sampai hari ini telah di angka 181,1 ribu ton. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.