Danantara Blokir 52 BUMN dari Ganti Direksi di RUPST, Begini Alasan dan Dampaknya!
📅 Selasa, 01 Jul 2025, 05:52 WIB | Oleh: Andriani NurainiKenapa larangan ini muncul sekarang?
1. Transisi pengawasan manajemen
“Inbreng saham” BUMN ke dalam holding artinya Danantara (melalui DAM) kini memegang saham seri B dan C, sehingga memiliki hak kontrol terhadap aksi korporasi, termasuk pergantian pengurus.
2. Butuh evaluasi menyeluruh
Sebaiknya Anda baca juga:
Danantara ingin menerapkan program konsolidasi dan evaluasi manajemen guna meningkatkan kinerja BUMN, dengan pendekatan yang lebih profesional dan gratis dari tekanan politik.
3. Sinergi strategis antar-BUMN
Rosan menekankan pentingnya menjaga stabilitas manajemen agar rencana strategis holding dapat berjalan tanpa risiko gangguan karena pergantian mendadak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa dampaknya?
• BUMN tetap harus jalankan RUPST, tapi pembaruan komposisi manajemen ditunda hingga evaluasi selesai.
• Pro kontra mungkin muncul, khususnya dari pemegang saham minoritas atau internal BUMN, jika direksi yang dipandang kurang cocok tidak dapat diganti saat RUPST.
• Strategi ini membuka jalan bagi proses merger/konsolidasi yang tengah diagendakan Danantara, dengan tujuan merampingkan jumlah BUMN dari 888 menjadi di bawah 200.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!