Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenperin Ajak Industri Perkuat Pengembangan EBT

📅 Senin, 30 Jun 2025, 02:00 WIB | Oleh:
Kemenperin Ajak Industri Perkuat Pengembangan EBT Doc: ANTARA/Hasrul Said
Ket. Petani menanam padi dengan latar belakang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Kabupaten Jeneponto, Sulsel, baru-baru ini.

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri domestik untuk memperkuat pengembangan fasilitas pembangkit listrik yang bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT), supaya target karbon bersih (Net Zero Emission/NZE) pada tahun 2060 bisa terwujud.

"Kami mendorong pengembangan industri pendukung EBT seperti sel surya, baterai, panel kontrol, generator, turbin air, dan turbin angin," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta, di Jakarta, Sabtu (28/6).

Dikutip Antara, Seperti halnya PT Schneider Electric Indonesia yang membangun pabrik ketiga di Cikarang, Jawa Barat. Pihaknya menilai pabrik baru ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor industri manufaktur, khususnya industri peralatan listrik di Indonesia yang memanfaatkan potensi sumber daya nasional yang berkelanjutan.

"Pembangunan ini bukan hanya sekadar dimulainya sebuah lini produksi, tetapi juga menjadi simbol tekad bersama untuk menjadikan Indonesia pemain utama dalam industri manufaktur global. Inilah momentum untuk bangkit, berinovasi, dan menunjukkan bahwa anak bangsa mampu bersaing di ranah teknologi tinggi,” ujar Setia.

Pada acara peresmian perluasan pabrik PT Schneider Electric Indonesia di Cikarang, beberapa waktu lalu, turut dihadiri Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin Solehan. Pada kesempatan itu, Solehan menyampaikan, Kemenperin menekankan pentingnya penggunaan produk dalam negeri dalam proses produksi dan pengadaan komponen industri.

Kemenperin optimistis, melalui peresmian pabrik ini, diharapkan akan muncul lebih banyak investasi berkualitas dan sinergi lintas sektor demi mendorong kemandirian industri, menciptakan ekonomi hijau, dan mewujudkan masa depan Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Menurutnya, pabrik di Cikarang merupakan salah satu smart factory milik Schneider Electric, yang merepresentasikan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan inovasi. Pabrik ini menerapkan teknologi EcoStruxure™, sistem panel surya atap, otomasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pembangunan Berkelanjutan

Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan Asean Fabien Penone mengatakan, Prancis dan Indonesia terus memperkuat kemitraan ekonomi bilateral, sebagaimana disepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto pada 28 Mei 2025.

“Banyak perusahaan Prancis berpartisipasi dalam mendukung pengembangan sektor industri dan teknologi Indonesia, salah satunya Schneider Electric yang telah menunjukkan komitmen jangka panjangnya terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.