Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Maskapai Tunda dan Alihkan Penerbangan, Ribuan Turis Terlantar Gegara Ketegangan Iran–Israel

📅 Sabtu, 28 Jun 2025, 21:07 WIB | Oleh:
Maskapai Tunda dan Alihkan Penerbangan, Ribuan Turis Terlantar Gegara Ketegangan Iran–Israel Doc: businessinsider

Jakarta - Ketegangan antara Iran dan Israel yang meningkat sejak pertengahan Juni ini turut mengguncang sektor pariwisata Asia Barat. Bukan hanya jalur penerbangan yang terdampak, ribuan wisatawan kini terjebak di kawasan yang biasanya ramai jadi tujuan perjalanan internasional.

Analis pariwisata dan ekonomi, dikutip oleh Tehran Times pada Sabtu (28/6), menyebut eskalasi konflik telah memicu penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan secara masif. Dampaknya terasa langsung di industri pariwisata yang sebenarnya sedang pulih pasca-pandemi COVID?19.

Penerbangan Terdampak
Sejumlah negara di Timur Tengah menutup ruang udaranya atas alasan keamanan. Maskapai pun menangguhkan rute ke wilayah konflik, yang menyebabkan antrean panjang, penundaan berjam-jam, bahkan jalur penerbangan diubah ke rute memutar. Ribuan penumpang kini menanti kepulangan mereka dengan ketidakpastian tinggi.

Hingga 19 Juni, sekitar 31.000 turis asing terdampar di Israel—kesulitan pulang karena opsi penerbangan terbatas, baik untuk keperluan liburan maupun bisnis. Di Iran, kondisi serupa terjadi: turis yang ingin bertolak dari sana menemukan akses luar terbatas akibat penutupan wilayah udara yang menjadi bagian dari respons konflik.

Dampak Regional
Uni Emirat Arab, khususnya Dubai, sempat diprediksi mencetak rekor kunjungan tahun ini. Namun gelombang pembatalan berdatangan karena ketegangan geopolitik. Wisatawan menunda atau membatalkan perjalanan ke UAE, Qatar, bahkan Saudi Arabia.

Saudi Arabia yang tengah gencar mengembangkan sektor pariwisata dalam program Visi 2030 juga terdampak. Kekhawatiran soal keselamatan menjadi penghambat besar.

Qatar, yang pada 2024 mencatat lebih dari 5 juta kedatangan wisatawan (naik 25?% YoY), kini mengalami perlambatan serupa. Ketidakpastian soal keamanan dan aksesibilitas membuat banyak pihak menunda atau meninjau ulang niat perjalanan.

Iran sendiri sempat mencatat lonjakan kunjungan internasional naik 26?% pada tujuh bulan pertama 2024 dibanding sebelum pandemi. Namun konflik saat ini menimbulkan kepanikan dan kemunduran signifikan.

Respons dan Antisipasi
Beberapa maskapai, seperti Air Arabia dan Aeroflot, kini mulai membuka rute menuju Iran, meski trafik masih terbatas.

Di sisi pariwisata, otoritas negara-negara Asia Barat tengah menyusun strategi mitigasi krisis. Tujuannya adalah meredam kerugian dan membangun kembali kepercayaan wisatawan terhadap keamanan kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

34 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.