Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Bandung: Penanganan Sampah Harus Komprehensif dan Kolaboratif

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 01:15 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung: Penanganan Sampah Harus Komprehensif dan Kolaboratif Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan persoalan sampah merupakan salah satu tantangan terberat yang dihadapi Kota Bandung sebagai kota besar yang padat penduduk.

Untuk itu, Wali Kota Farhan menyoroti pentingnya penanganan menyeluruh terhadap sampah, sekaligus menekankan bahwa saat ini waktunya untuk aksi nyata.

“Masalah sampah adalah masalah berat. Dengan penduduk sebanyak 2,6 juta jiwa dan wilayah yang terbatas, Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah setiap harinya,” kata Wali Kota Farhan dalam Webinar Nasional bertajuk “Belajar dari: Darurat Sampah di Bandung Raya dan Dampaknya Terhadap Sungai Citarum”, Selasa (24/6).

Wali Kota Farhan mengakui, selama ini belum ada upaya penanganan sampah yang bersifat komprehensif di wilayah Bandung Raya. Seluruh pihak cenderung menunggu operasional penuh dari fasilitas pengolahan sampah Legok Nangka. Sedangkan mayoritas sampah di Kota Bandung merupakan sampah rumah tangga dan organik.

Oleh karena itu, solusi tidak bisa bersifat teknis semata. Menurut dia, perlu aspek pemberdayaan masyarakat dalam penanganan sampah.

“Kita harus memperhatikan banyak hal, termasuk membangun kesadaran warga. Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar objek kebijakan,” ujar dia.

Wali Kota Farhan juga menyoroti perbedaan antara kawasan yang memiliki pengelola (seperti perumahan atau kawasan industri) dan kawasan yang tidak dikelola (kampung, RW). Ada perbedaan tanggung jawab pengelolaannya.

Untuk itu, Pemerintah Kota Bandung mendorong terbentuknya kelembagaan pengelolaan sampah di tingkat kota yang menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurut Wali Kota Farhan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi kunci utama dalam pelaksanaan tugas-tugas penanganan sampah.

“UPTD harus dibentuk dan diperkuat agar menjadi operator teknis dalam pelaksanaan penanganan sampah secara berkelanjutan,” ujar dia.

Ia juga menjelaskan bahwa teknologi pengelolaan sampah yang akan digunakan bukanlah hal baru.

Kota Bandung telah mulai menerapkan teknologi tersebut melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di berbagai wilayah.

“Salah satu tujuannya adalah membangun Kawasan Bebas Sampah (KBS). Dengan manajemen berbasis kawasan, pengelolaan bisa lebih efisien dan berkelanjutan,” ungkap dia.

Menurut dia, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan kompleks ini. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga lain sangat dibutuhkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Abdel Ucapkan Selamat Jalan...
Megapolitan
PT Transportasi Jakarta Lun...
Luar Negeri
Liburan Maut, 15 Turis Indi...
Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.