Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Yogyakarta Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Suhu

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 13:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Yogyakarta Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Suhu Doc: ANTARA
Ket. Warga menggunakan payung saat cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan suhu dampak fenomena El Nino yang terjadi pada musim kemarau 2026.

Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Yogyakarta, Iswari Mahendrarko, di Yogyakarta, Sabtu (11/7), mengatakan kesiapsiagaan itu menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut fenomena El Nino menyebabkan musim hujan datang lebih lambat dari biasanya.

"BPBD meningkatkan kesiapsiagaan melalui Pos BPBD Tegal Turi dan Tim Reaksi Cepat yang bersiaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan serta mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat," katanya.

Selain antisipasi potensi kekeringan dan kebakaran, BPBD juga mengimbau masyarakat mewaspadai fenomena bediding, kondisi cuaca dengan suhu udara dingin pada malam hingga pagi hari, namun berubah menjadi sangat panas pada siang hari.

Ia mengatakan fenomena bediding yang kini dirasakan masyarakat merupakan kondisi lazim terjadi saat puncak musim kemarau, penyebab utama adalah berkurangnya tutupan awan sehingga panas matahari siang hari masuk ke permukaan bumi.

Sebaliknya, pada malam hari panas yang tersimpan di permukaan bumi juga lebih cepat terlepas ke atmosfer sehingga suhu udara menjadi lebih dingin.

"Akibatnya, masyarakat merasakan perbedaan suhu cukup ekstrem. Pada malam hingga pagi hari udara terasa dingin dengan suhu berkisar 19 hingga 21 derajat Celsius, sedangkan siang hari suhu dapat mencapai 31 hingga 32 derajat Celsius," katanya.

Menurut dia, perubahan suhu yang cukup tajam tersebut dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Udara kering dan berdebu berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, flu, iritasi saluran pernapasan, serta menurunkan daya tahan tubuh.

Di sisi lain, suhu panas pada siang hari juga meningkatkan risiko dehidrasi hingga heat stroke, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Selain dampak terhadap kesehatan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran, sebab vegetasi yang mulai mengering, suhu udara tinggi, serta hembusan angin kencang membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi kelalaian.

"Kami imbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di lahan kering, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman untuk mencegah terjadinya kebakaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
Hari Ini Resmi Diperingati ...
Nasional
BMKG Khawatirkan Durasi Mus...
Nasional
Bapanas Proses 102 Tersangk...
Advertisement
Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.