Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenperin: Industri Furnitur Perlu Rebut Peluang USD 660 Miliar di Pasar Global

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 20:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemenperin: Industri Furnitur Perlu Rebut Peluang USD 660 Miliar di Pasar Global Doc: Kemenperin
Ket. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika pada pembukaan Indo Wood Expo 2025 Surabaya Edition, Kamis (19/6)

JAKARTA-Industri furnitur memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor industri agro dan perekonomian nasional secara keseluruhan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika pada pembukaan Indo Wood Expo 2025 Surabaya Edition, pameran industri kehutanan dan teknologi pengolahan kayu terbesar di Indonesia.

"Industri agro memainkan peranan penting dalam perekonomian nasional. Pada Triwulan I tahun 2025, sektor ini berkontribusi sebesar 52,19% terhadap PDB industri pengolahan non-migas. Salah satu penopangnya adalah industri furnitur,"ujar Putu dalam sambutannya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/6).

Dirjen Industri Agro menyebutkan bahwa sebagai sub sektor industri agro, industri furnitur mencatatkan kontribusi sebesar 1,15% pada tahun 2024, tumbuh 2,07% dibanding tahun sebelumnya. "Ekspor furnitur Indonesia juga menunjukkan tren positif. Nilai ekspor furnitur Indonesia (HS 9401-9403) meningkat dari USD 1,85 miliar pada 2023 menjadi USD 1,91 miliar pada 2024, naik sekitar 3%," ujarnya.

Putu juga mengemukakan, pasar global furnitur sangat potensial, yang perlu dimanfaatkan oleh para pelaku industri dalam negeri. Berdasarkan data Expert Market Research, nilai pasar furnitur dunia pada tahun 2024 mencapai USD660 miliar dan diperkirakan tumbuh 4,9% per tahun hingga 2034. "Kondisi ini merupakan peluang besar bagi industri furnitur Indonesia untuk meningkatkan ekspor dan pangsa pasar global," ungkapnya.

Namun demikian, industri furnitur Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan, seperti hambatan logistik akibat geopolitik, regulasi lingkungan seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR), hambatan non-tarif di negara tujuan ekspor, masuknya furnitur impor logam dan plastik, serta isu keamanan investasi.

“Untuk menjawab tantangan dan tren pasar furnitur yang mengarah pada produk ramah lingkungan, desain modular dan cerdas (smart features), serta sistem pemasaran berbasis teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan 3D printing, bisa menjadi solusinya. Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong transformasi teknologi di sektor ini,"imbuhnya.

Restrukturisasi Mesin

Langkah konkret lainnya yang dijalankan Kemenperin dalam meningkatkan daya saing industri furnitur nasional adalah pelaksanaan program restrukturisasi mesin/peralatan industri pengolahan kayu sejak tahun 2022. Program ini memberikan reimburse sebagian biaya pembelian mesin hingga 30% untuk mesin lokal dan 15% untuk mesin impor yang memenuhi kriteria. Sebanyak 33 perusahaan telah memanfaatkan program ini, dengan total reimburse sebesar Rp20,6 miliar, ungkap Putu.

Menurutnya, dampak dari program restrukturisasi itu terbukti membawa dampak positif. Berdasarkan data perusahaan peserta program, terjadi peningkatan efisiensi proses hingga 11%, peningkatan mutu produk hingga 21%, dan produktivitas yang meningkat hingga 24%.

Pemerintah juga terus memfasilitasi pengembangan industri furnitur melalui penyediaan bahan baku, pelatihan SDM, riset pasar, serta kebijakan fiskal seperti tax holiday, super deduction tax, dan kemudahan ekspor-impor, tambahnya.

Putu berharap penyelenggaraan Indo Wood Expo 2025 Surabaya Edition dapat menjadi ajang strategis bagi pelaku industri untuk mengakses teknologi terkini, bahan baku unggulan, dan peluang pasar ekspor. "Saya mengucapkan selamat kepada HIMKI, Pablo Publishing & Exhibition, dan Dyandra Promosindo atas terselenggaranya pameran ini. Semoga sukses dan membawa manfaat luas bagi industri furnitur nasional," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.