Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Bisa Lebih Proaktif Terkait Giant Sea Wall

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pramono Bisa Lebih Proaktif Terkait Giant Sea Wall Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/6).

JAKARTA – Untuk mendukung pembangunan tanggul raksasa atau giant sea wall (GSW), Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapannya untuk lebih proaktif. “Saya mendukung pembangunan proyek GSW,” tuturnya, Rabu.

Dia menunggu keputusan pemerintah pusat. “Keputusan pemerintah pusat akan kami ikuti,” tandas Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di gedung DPRD. Pramono menyatakan Pemprov Jakarta telah mempersiapkan diri. Bahkan dia sudah meninjau langsung ke kawasan Muara Angke, Jakarta Utara guna melihat langsung rencana pembangunan tanggul laut tersebut.

Sebelumnya, Pemprov Jakarta juga membangun tanggul mitigasi di kawasan Muara Angke untuk penanganan jangka menengah banjir rob. Pramono menjelaskan tanggul tersebut akan memiliki panjang 1,4 kilometer dengan ketinggian lebih dari 2,5 meter.

Sebagai perbandingan, elevasi kawasan Muara Angke saat ini berada di kisaran 1,8 meter. Pramono menargetkan pembangunan tanggul tersebut rampung Desember 2025. Dia juga menambahkan, proyek tersebut akan dilanjutkan tahun depan. Akan ada penambahan panjang satu kilometer (km), sehingga total panjang tanggul mencapai 2,4 km.

Adapun, pembangunan tanggul ini bagian dari dukungan Pemprov Jakarta terhadap proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Giant Sea Wall yang dicanangkan pemerintah pusat. Pramono juga menuturkan segmen GSW yang menjadi tanggung jawab Pemprov Jakarta sebelumnya hanya sepanjang 12 kilometer, kini diperluas menjadi 19 kilometer.

Banjir

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat 29 RT di Kelurahan Petogogan Kebayoran Baru Jakarta Selatan sesmpat terendam banjir kemarin pagi. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan,

ketinggian air di 29 RT di Kelurahan Petogogan sempat mencapai 60 centimeter. Namun pada siang dan sore kemarin sudah menyusut.

“Penyebab banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut yang membuat daerah setempat banjir,” jelasnya. Menurutnya, BPBD Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Nasional
KRI Nala evakuasi korban ke...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.