Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tambang Emas Ilegal Disikat, Polisi Musnahkan Mesin Dompeng di Rimbo Bujang

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tambang Emas Ilegal Disikat, Polisi Musnahkan Mesin Dompeng di Rimbo Bujang Doc: Antara
Ket. Pemusnahan alat tambang oleh Anggota kepolisian di wilayah hukum Polres Tebo, Polda Jambi, Kamis (12/2).

Kabupaten Tebo - Personel Polres Tebo, Jambi bakar peralatan tambang emas ilegal yang beroperasi dekat objek wisata air di wilayah Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Aksi penertiban itu dilalukan oleh anggota Polsek Rimbo Bujang menanggapi atas isu yang berkembang mengenai praktik pertambangan emas tanpa izin (Peti) di sekitar area sungai objek wisata taman 'Rivera Park ' di wilayah tersebut, kata Kapolsek Rimbo Bujang AKP Ida Bagus Made Oka di lokasi penertiban, Kamis (12/2).

Ia menegaskan, penindakan ini merupakan respons cepat Polri atas laporan dan keresahan masyarakat, terutama menyangkut kelestarian area wisata.

Pihaknya memastikan tidak memberikan ruang bagi aktivitas ilegal yang merusak lingkungan, apalagi lokasinya berada dekat dengan objek wisata kebanggaan masyarakat.

Penindakan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen aparat penegak hukum hadir dan bergerak cepat menanggapi informasi dari masyarakat.

Ia menambahkan, lokasi penertiban berada di jalan 12, unit 1, Desa Perintis. Di sana petugas menemukan rakit dan peralatan tambang yang terlihat beroperasi.

Namun, ketika polisi mendekati lokasi yang di maksud, pekerja tambang berhamburan melarikan diri.

Petugas menemukan sejumlah alat pendukung kerja di lokasi, di antaranya mesin dompeng, mesin penyiraman, pipa spiral, karpet penangkap emas, hingga jerigen solar. Seluruh peralatan tersebut langsung dimusnahkan di tempat dengan cara dibakar.

Hingga kegiatan berakhir, Kamis petang (12/2), situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Polsek Rimbo Bujang memastikan akan terus melakukan patroli rutin untuk mencegah kembalinya aktivitas Peti di wilayah hukum mereka.

Ia mengimbau para pekerja tambang tidak kembali melakukan aktivitas penambangan, karena hal tersebut berdampak buruk pada ekosistem sungai dan daya tarik wisata daerah. Termasuk melanggar hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.