Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Alarm Harga Menyala, Inflasi Januari 2026 Tertinggi Sejak Mei 2023

📅 Senin, 02 Feb 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alarm Harga Menyala, Inflasi Januari 2026 Tertinggi Sejak Mei 2023 Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Rizky Febriansyah.
Ket. BPS melaporkan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras.

JAKARTA – Inflasi tahunan pada Januari 2026 yang tercatat sebagai level tertinggi sejak Mei 2023 mencerminkan kembali menguatnya tekanan harga di dalam negeri.

Kenaikan ini mengindikasikan kombinasi faktor permintaan yang meningkat, terutama di awal tahun, serta tekanan dari sisi biaya, termasuk pangan dan energi.

Kondisi tersebut berpotensi mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter dan menuntut koordinasi kebijakan yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas harga tanpa mengganggu momentum pemulihan ekonomi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menuturkan bahwa tingkat inflasi tahunan (year-on-year/ yoy) pada Januari 2026 merupakan yang tertinggi setelah sebelumnya sempat menyentuh 4,00 persen pada Mei 2023.

“Inflasi tahunan Januari 2026 sebesar 3,55 persen (yoy) merupakan inflasi yang tertinggi sejak tahun 2023, di Mei 2023 inflasinya kan 4,00 persen (yoy),” kata Ateng Hartono di Jakarta, Senin (2/2).

Berdasarkan data BPS, usai inflasi tahunan mencapai 4,00 persen yoy pada Mei 2023, tingkat inflasi tahunan belum pernah lagi menyentuh angka tersebut.

Bahkan, tingkat inflasi di atas 3,5 persen hanya tercatat sekali, yakni pada Juni 2023 sebesar 3,52 persen yoy.

Tingkat inflasi tahunan selanjutnya berkisar antara 3,27 persen yoy, yang terjadi pada Agustus 2023, hingga yang terendah sebesar 0,76 persen yoy, yang tercatat pada Januari 2025.

Perekonomian Indonesia bahkan sempat mengalami deflasi secara tahunan, yakni pada Februari 2025 sebesar 0,09 persen yoy akibat diskon tarif listrik yang diberikan pemerintah sebesar 50 persen.

Dengan demikian, tingkat inflasi tahunan pada Januari 2026 sebesar 3,55 persen yoy, yang tercatat sedikit lebih tinggi dari target sasaran pemerintah yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen, merupakan capaian tertinggi dalam lebih dari 2,5 tahun terakhir.

Ateng menuturkan inflasi tahunan sebesar 3,55 persen yoy pada Januari 2026 tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 109,75 dibandingkan 105,99 pada Januari 2025.

“Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi year-on-year (pada Januari 2026) utamanya didorong oleh Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga yang mengalami inflasi tinggi, yaitu 11,93 persen. (Kelompok) ini juga memberi andil (inflasi tahunan) cukup tinggi, yaitu 1,72 persen,” jelasnya.

Kelompok Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya merupakan penyumbang andil inflasi terbesar selanjutnya, dengan inflasi sebesar 15,22 persen dan andil sebesar 1,00 persen.

Ateng mengatakan komoditas penyumbang andil inflasi tahunan terbesar pada Januari 2026 adalah tarif listrik dengan andil 1,49 persen, emas perhiasan 0,93 persen, ikan segar 0,19 persen, serta beras dan tarif air minum PAM yang masing-masing memiliki andil 0,14 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.