Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Finlandia Dilanda Demam Labubu

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 17:57 WIB | Oleh:
Finlandia Dilanda Demam Labubu Doc: Istimewa
Ket. Bendera Finlandia

HELSINKI - Labubu, mainan karakter berbulu dengan gigi mencolok dari merek China Pop Mart, sedang mengalami lonjakan popularitas di Finlandia, dengan antrean panjang di luar gerai dan basis penggemar daring yang terus berkembang.

Di pusat perbelanjaan Forum yang berada di pusat kota Helsinki, puluhan pelanggan Finlandia pada akhir pekan lalu mengantre sejak pagi untuk membeli salah satu dari hanya 12 boneka Labubu yang tersedia. Kabarnya, pembeli pertama bahkan sudah tiba sejak pukul 07.00 waktu setempat.

Para kolektor Finlandia menyebut perpaduan antara daya tarik mode, kelangkaan, dan hiburan emosional sebagai faktor utama yang mendorong popularitas Labubu.

20250618163002_CjkinzN007003_20250618_CBMFN0A002.jpeg

Mainan bertema Labubu, boneka berbulu populer dari perusahaan mainan China Pop Mart. ANTARA/Xinhua/Sun Weitong

"Terkadang, ini hanya soal memiliki sesuatu yang kecil dan membahagiakan, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang," ungkap seorang pembeli lokal. Pembeli lainnya membandingkan Labubu dengan troll dalam mitologi Nordik, menyoroti hubungan yang tak terduga antara desain Asia Timur dan kisah rakyat Nordik.

Seiring ekspor budaya Tiongkok seperti Labubu semakin populer di seluruh dunia, banyak pengamat memandang hal ini sebagai tanda meningkatnya kekuatan lunak (soft power) Tiongkok.

"Kesuksesan Labubu menunjukkan bahwa kreativitas budaya Tiongkok diterima oleh audiens global," papar seorang analis yang berbasis di Helsinki, seperti dikutip oleh lembaga penyiaran nasional Finlandia Yle.

Labubu, sebuah karakter menyerupai goblin dengan gigi tajam dan senyum nakal, diciptakan oleh Kasing Lung, seorang seniman asal Hong Kong. Mainan ini umumnya dijual dalam "kotak misteri" (blind box), format populer di mana pembeli sebelumnya tidak mengetahui varian mana yang akan mereka dapatkan, sehingga menambah unsur kejutan dan nilai koleksi. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.