Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erupsi Gunung Lewotobi: Mensos Pastikan Lansia Jadi Prioritas Utama Penanganan Bencana

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Erupsi Gunung Lewotobi: Mensos Pastikan Lansia Jadi Prioritas Utama Penanganan Bencana Doc: Antara
Ket. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjawab pertanyaan terkait penanganan korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Flores Timur, di Jakarta, Rabu (18/6).

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan kelompok lanjut usia (lansia) menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi laporan adanya sekitar 300 lansia di antara 4.000-an korban terdampak membutuhkan pendampingan khusus di wilayah jangkauan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi yang fluktuatif sejak November 2024

“Kami memang belum menerima laporan terperinci soal kondisi lansia, tapi bisa saya pastikan, lansia akan menjadi prioritas kami dalam setiap penanganan bencana,” katanya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6).

Kementerian Sosial berkomitmen melakukan asesmen mendalam terhadap kebutuhan kelompok rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, sebagai dasar pemberian layanan yang lebih spesifik dan berkelanjutan.

Dia mengatakan keberadaan lumbung sosial di beberapa tempat, seperti Desa Watuwara, Desa Duli Jaya, Sirinuhu Barat, dan Adonara Barat menjadi salah satu instrumen awal dalam pemenuhan kebutuhan kelompok rentan selama masa tanggap darurat.

“Selain dari gudang pusat dan lumbung sosial, kami juga melakukan belanja langsung di lapangan agar kebutuhan khusus seperti makanan lunak atau kebutuhan kesehatan lansia bisa segera dipenuhi,” ujarnya.

Ia mengatakan koordinasi terus dilakukan bersama BPBD, Dinas Sosial setempat, serta TNI dan Polri untuk memastikan bahwa penyaluran logistik dan pendampingan psikososial menyentuh kelompok yang paling rentan terdampak.

Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi eksplosif pada Selasa (17/6) sore dengan kolom abu vulkanik menjulang hingga lebih dari 10.000 meter di atas puncak kawah aktif. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan status aktivitas vulkanik gunung api kembar itu masih berada di level IV (awas).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.