Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kamboja Minta Bantuan Mahkamah Internasional

📅 Senin, 16 Jun 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kamboja Minta Bantuan Mahkamah Internasional Doc: AFP/TANG CHHIN Sothy
Ket. Tentara penjaga perbatasan Kamboja berjaga di wilayah sengketa kuil kuno Prasat Ta Moan Thom di wilayah Khmer yang berbatasan dengan wilayah Thailand pada akhir Maret lalu.

PHNOM PENH - Kamboja telah meminta Mahkamah Internasional untuk membantu menyelesaikan sengketa perbatasan Thailand yang berubah menjadi bentrokan militer berdarah bulan lalu, kata Perdana Menteri Hun Manet pada Minggu (15/6).

Seorang tentara Kamboja tewas pada tanggal 28 Mei lalu ketika pasukan saling tembak di wilayah sengketa yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud, tempat perbatasan Kamboja, Thailand, dan Laos bertemu.

Tentara Thailand dan Kamboja sama-sama mengatakan mereka bertindak untuk membela diri dan sepakat untuk menempatkan kembali prajurit mereka untuk menghindari konfrontasi.

Thailand telah memperketat kontrol perbatasan dengan Kamboja dalam beberapa hari terakhir, sementara Kamboja memerintahkan pasukan pada Jumat (13/6) untuk tetap siaga penuh dan melarang warga menyaksikan penayangan drama Thailand dari TV dan bioskop.

Hun Manet mengatakan dalam sebuah posting di Facebook pada Minggu bahwa Kamboja mengajukan surat resmi kepada Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mencari resolusi atas sengketa perbatasan di empat wilayah yang menjadi lokasi bentrokan bulan lalu dan tiga kuil kuno yaitu Kuil Ta Moan Thom, Kuil Ta Moan Tauch, dan Kuil Ta Krabei.

"Kamboja memilih hukum internasional dan perdamaian," kata pemimpin Kamboja itu. "Kamboja hanya membutuhkan keadilan, kejujuran, dan kejelasan dalam penentuan batas wilayah dengan negara tetangga, sehingga generasi mendatang tidak akan terus memiliki masalah satu sama lain," imbuh dia.

Hun Manet mengatakan pada Jumat bahwa pemerintahnya sedang menunggu kabar dari Thailand apakah akan bergabung dengan Kamboja dalam upayanya untuk merujuk perselisihan tersebut ke ICJ.

Perselisihan ini bermula saat penentuan peta batas wilayah negara sepanjang 800 kilometer pada awal abad ke-20 saat pendudukan Prancis di Indochina.

Kamboja sebelumnya telah meminta bantuan dari ICJ dalam sengketa wilayah atas kuil perbatasan. Pengadilan memutuskan wilayah itu milik Kamboja, tetapi Thailand mengatakan tidak menerima yurisdiksi pengadilan.

Kekerasan yang dipicu oleh pertikaian telah menyebabkan 28 kematian di wilayah tersebut sejak 2008.

Pertemuan di Phnom Penh

Pejabat dari kedua negara bertemu di Phnom Penh pada Sabtu (14/6) untuk membahas perselisihan perbatasan dan Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan pertemuan tersebut telah membuat kemajuan dalam membangun saling pengertian. Pertemuan susulan lainnya akan diadakan pada Minggu.

Pertemuan Komisi Perbatasan Bersama (Joint Boundary Commission/JBC) Kamboja-Thailand di Phnom Penh, dilaksanakan untuk membahas isu-isu di perbatasan menyusul bentrokan militer yang terjadi belum lama ini.

Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Lam Chea, menteri yang bertanggung jawab atas Sekretariat Negara Urusan Perbatasan Kamboja dan Prasas Prasasvinitchai, mantan duta besar Thailand untuk Kamboja yang kini menjabat sebagai penasihat urusan perbatasan di Kementerian Luar Negeri Thailand.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.