Timur Tengah Memanas, Israel Serang Iran, Targetkan Fasilitas Militer dan Pabrik Nuklir
📅 Jumat, 13 Jun 2025, 10:43 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
YERUSALEM - Israel melakukan serangan terhadap Iran pada hari Jumat (13/6), menargetkan pabrik nuklir dan fasilitas militernya. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut.
Ledakan terdengar pada Jumat pagi di ibu kota Iran, demikian laporan TV pemerintah, seraya menambahkan bahwa pertahanan udara Iran berada pada "kapasitas operasional 100 persen".
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Hossein Salami, kepala korps elit Garda Revolusi, telah tewas dan markas besar unit tersebut di Teheran telah diserang. Beberapa anak telah tewas dalam serangan di daerah permukiman di ibu kota, katanya.
"Kita berada pada momen yang menentukan dalam sejarah Israel," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pesan video yang direkam.
"Beberapa saat yang lalu Israel meluncurkan Operasi Rising Lion, sebuah operasi militer yang ditargetkan untuk menangkal ancaman Iran terhadap kelangsungan hidup Israel. Operasi ini akan terus berlanjut selama beberapa hari yang diperlukan untuk menghilangkan ancaman ini."
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami menyerang inti program pengayaan nuklir Iran. Kami menargetkan fasilitas pengayaan utama Iran di Natanz... Kami juga menyerang inti program rudal balistik Iran," katanya, seraya menambahkan bahwa Israel juga menyerang ilmuwan nuklir Iran yang "bekerja mengembangkan bom Iran".
Seorang pejabat militer Israel mengatakan Israel menyerang "puluhan" target nuklir dan militer. Pejabat itu mengatakan Iran memiliki cukup bahan untuk membuat 15 bom nuklir dalam beberapa hari.
Di samping serangan udara besar-besaran, badan mata-mata Israel Mossad memimpin serangkaian operasi sabotase rahasia di dalam wilayah Iran, Axios melaporkan, mengutip seorang pejabat senior Israel. Operasi-operasi ini ditujukan untuk merusak situs-situs rudal strategis Iran dan kemampuan pertahanan udaranya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Staf Iran Mohammad Bagheri "kemungkinan besar disingkirkan", kata seorang pejabat keamanan Israel.
Lalu lintas udara dihentikan di bandara internasional utama Teheran, Imam Khomeini, sementara negara tetangga Irak juga telah menutup wilayah udaranya dan menangguhkan semua penerbangan di semua bandara, media pemerintah melaporkan.
Israel mengumumkan keadaan darurat, dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan bahwa tindakan pembalasan dari Teheran mungkin dilakukan setelah operasi tersebut.
"Setelah serangan pendahuluan Negara Israel terhadap Iran, serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat," kata Katz.
Bandara Ben Gurion di Tel Aviv ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan unit pertahanan udara Israel bersiaga tinggi.
Seorang pejabat militer Israel menambahkan bahwa tentara Israel yakin Iran memiliki kemampuan untuk menyerang Israel "kapan saja".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!