BKKBN apresiasi Banyumas dukung Program Bangga Kencana
📅 Jumat, 13 Jun 2025, 16:45 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dalam mendukung pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Saat membacakan sambutan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono dalam kegiatan penanaman pohon di kawasan Menara Pandang "Teratai" Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat, Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Eka Sulistia Ediningsih mengatakan banyak capaian pelaksanaan Program Bangga Kencana di Banyumas yang sudah sangat bagus.
"Kemarin pada pertemuan pembuatan Peta Jalan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga se-Pulau Jawa, Banyumas ranking 1 di Jawa Tengah dan ranking 2 untuk seluruh Pulau Jawa. Jadi, ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyumas," katanya.
Ditemui usai penanaman pohon, Eka Sulistia Ediningsih mengatakan ketika melihat hasil dari penyusunan Peta Jalan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga khususnya untuk Jawa Tengah, semua indikator yang menjadi keharusan dalam rencana pembangunan di Banyumas paling lengkap dan menunjukkan keseriusan dalam mendukung Program Bangga Kencana.
Disinggung mengenai indikator paling menonjol yang ditunjukkan Banyumas, dia mengatakan hal itu berkaitan dengan beberapa sasaran strategis dalam pelaksanaan program pembangunan kependudukan, antara lain terkait dengan angka kelahiran di Banyumas, keseriusan Pemkab Banyumas untuk menurunkan kasus pernikahan dini, dan upaya Banyumas untuk program-program Quick Win dari Kemendukbangga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi, kita tahu bahwa Quick Win baru diluncurkan awal tahun, tapi Banyumas sudah begitu komitmen untuk kemudian memasukkan d Peta Jalan Kependudukan, di Rencana Aksi Pembangunan Kependudukan dan Program Pembangunan Keluarga," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan kegiatan yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN dan BKKBN Provinsi Jawa Tengah ditujukan untuk memotivasi dan mengevaluasi rencana aksi Pemkab Banyumas berkaitan dengan pengendalian penduduk,serta penanganan stunting..
Ia mengakui angka stunting di Banyumas masih relatif tinggi karena mencapai 19,6 persen dari target pemerintah yang sebesar 14 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam penanganan stunting, kata dia, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, sehingga melibatkan berbagai pihak seperti Forum Generasi Berencana (Genre) serta Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja.
"Semua kita libatkan dari awal, agar selain bertugas untuk pengendalian kependudukan, menurunkan angka pernikahan dini, juga membantu kita untuk penanganan stunting," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, dalam kegiatan penanaman pohon juga diisi dengan pembagian telur kepada 10 orang ibu hamil melalui program "One Day One Endog (Satu Hari Satu Telur)".
Menurut dia, hal itu dilakukan karena telur memiliki protein yang tinggi sehingga perlu dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mencegah risiko stunting.
"Masih banyak PR yang harus kita kerjakan dalam rangka penanganan stunting. Tentunya ini menjadi komitmen kita bersama," katanya.
Kendati demikian, dia mengatakan dalam penanganan stunting, Pemkab Banyumas telah membagi beberapa wilayah binaan, masing-masing didampingi oleh satu organisasi perangkat daerah serta rumah sakit pemerintah maupun swasta termasuk melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!