Piala Dunia Antarklub Bisa Kacaukan Peta Sepak Bola
📅 Kamis, 12 Jun 2025, 06:41 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Frederic J. Brown / AFP
PARIS - Piala Dunia Antarklub versi baru yang akan dimulai akhir pekan ini di Amerika Serikat mengundang kontroversi besar dalam kalender sepak bola global. Turnamen yang melibatkan 32 tim dan menawarkan total hadiah senilai satu miliar dollar AS ini diprediksi akan membawa dampak luas terhadap masa depan olahraga ini.
Dengan jadwal yang sudah sangat padat, turnamen ini dianggap berisiko mendorong para pemain elite menuju titik kelelahan maksimal. Selain itu, kehadirannya juga dikhawatirkan mengganggu keseimbangan kompetisi domestik dan continental. Sebab hadiah finansial luar biasa yang berpotensi memberi keuntungan besar bagi klub-klub peserta.
Eropa mengirim 12 wakilnya, termasuk juara Liga Champions Paris Saint-Germain, Real Madrid, Manchester City, dan Chelsea. Besar kemungkinan beberapa di antaranya akan melaju jauh hingga memainkan maksimal tujuh pertandingan hingga final pada tanggal 13 Juli. Hadiah finansialnya pun sangat menggoda, tim Eropa dengan performa terbaik bisa membawa pulang hingga 125 juta dollar.
“Model Piala Dunia Antarklub ini mengganggu ekosistem liga domestik, terutama di Eropa,” kecam Presiden La Liga, Javier Tebas, dalam wawancara dengan radio Cadena Cope. Namun, klub-klub seperti Liverpool dan Barcelona yang absen justru bisa mendapatkan keuntungan lain: waktu istirahat bagi para pemainnya.
“Saya pikir dampaknya akan besar. Liverpool dan Arsenal akan mendapat keuntungan besar musim depan karena tidak ikut,” ujar pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel menanggapi dampak bagi Liga Inggris.
Sebaiknya Anda baca juga:
Klub-klub Eropa memang sudah kaya raya tanpa perlu hadiah tambahan dari FIFA. Tapi bagaimana dengan klub-klub dari wilayah lain? Akan semakin sulit bagi tim-tim Afrika untuk menyaingi Mamelodi Sundowns, yang bakal membawa pulang hampir 10 juta dollar, setara hadiah sembilan gelar liga domestik.
Auckland City dari Selandia Baru, yang sejatinya tim amatir, sudah mendominasi kawasan Oseania. Kini mereka bahkan akan menerima 3,5 juta dollar hanya untuk tampil sebagai peserta. Bagi klub seperti itu, keikutsertaan di turnamen ini mungkin jadi puncak karir para pemainnya. Tapi di sisi lain, bagi para pemain top dari klub-klub besar, turnamen ini hanya menambah beban berat jadwal yang telah padat.
FIFPro, serikat pemain profesional dunia, menyuarakan kekhawatiran akan kesejahteraan pemain yang terus dibebani pertandingan tanpa henti. Gelandang Portugal Vitinha sudah memainkan 52 pertandingan musim ini bersama PSG. Ini termasuk final Liga Champions melawan Inter Milan pada tanggal 31 Mei lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia juga membela Portugal dalam delapan laga lainnya. Kini, dia harus terbang ke Amerika dan mungkin tidak akan libur hingga pertengahan Juli. Musim Ligue 1 2025-26 dijadwalkan dimulai lagi pertengahan Agustus, bersamaan dengan Liga Inggris dan La Liga. Di akhir musim depan, Vitinha akan kembali ke Amerika untuk Piala Dunia 2026 yang juga diperluas menjadi 48 tim.
“Masalahnya adalah akumulasi musim yang panjang dan intens secara terus-menerus. Para pemain tidak hanya memikirkan musim panas ini, tapi kenyataan bahwa mereka tak akan punya liburan dalam waktu dekat,” ujar Maheta Molango, CEO Asosiasi Pesepak bola Profesional Inggris (PFA).
Sementara itu, liga-liga domestik tidak bersedia mengubah jadwal demi mengakomodasi turnamen baru ini. “Organisasi internasional, terutama FIFA, terus menambah jumlah pertandingan. Kini kalender sudah jenuh total,” kritik Mathieu Moreuil dari Premier League.
Beberapa turnamen bahkan terpinggirkan akibat Piala Dunia Antarklub, seperti Piala Emas CONCACAF yang juga berlangsung di Amerika. Pelatih timnas AS, Mauricio Pochettino, harus kehilangan pemain-pemain andalannya seperti Weston McKennie dan Timothy Weah karena tampil di Piala Dunia Antarklub bersama Juventus.
“Itulah situasi yang kami hadapi dan harus beradaptasi,” ujar Pochettino. Meski begitu, pelatih PSG saat ini, Luis Enrique, justru punya pandangan berbeda. ben/AFP
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!