Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi Infrastruktur Tembus 644 Miliar Dolar, Tapi Duit dari Mana?

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 23:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investasi Infrastruktur Tembus 644 Miliar Dolar, Tapi Duit dari Mana? Doc: ANTARA/ HO-Kementerian PUPR
Ket. Proyek infrastruktur dasar yang dibangun Kementerian PUPR di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Investasi pembangunan infrastruktur sangat penting karena memiliki dampak yang luas dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemerataan pembangunan.

Infrastruktur yang baik menjadi dasar bagi berbagai sektor, termasuk transportasi, energi, telekomunikasi, dan layanan dasar lainnya, yang semuanya penting untuk mendukung kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyebutkan potensi anggaran investasi pembangunan infrastruktur Indonesia mencapai 644 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

"Secara singkat saja kalau saya melihat angka-angka mengenai investasi potensial di sektor infrastruktur Indonesia, saya kira jumlahnya mirip hampir 644 miliar dolar AS," kata Rosan dalam agenda International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta, Kamis (12/6).

Dia menyampaikan, dari potensi anggaran tersebut 40 persen akan dibiaya pemerintah pusat dan daerah. Lalu 30 persen dari sektor swasta.

"Kemudian sisanya akan didanai oleh BUMN kita, semuanya ini masuk di bawah Danantara, BUMN Indonesia," ujar Rosan.

Pemerintah sedang mempercepat reformasi iklim investasi melalui deregulasi dan penguatan sistem perizinan yang terintegrasi lintas kementerian lembaga di bawah koordinasi Kementerian Investasi.

Ia menuturkan saat ini sudah ada enam kementerian terintegrasi dalam sistem perizinan terpadu, dan ditargetkan 12 kementerian lainnya segera menyusul untuk mempercepat dan menyederhanakan proses perizinan investasi. Meski begitu??? dia tidak merinci sejumlah kementerian tersebut.

"Jadi ini akan memberikan semacam pengalaman dan kejelasan yang lebih tinggi, pengalaman yang lebih baik, reformasi yang lebih baik, bagaimana bisa mendapatkan lisensi dan juga izin secara tepat waktu," jelas Rosan.

Menteri Rosan menekankan pentingnya reformasi agar potensi investasi tidak hanya menjadi data, melainkan mampu direalisasikan menjadi proyek-proyek konkret yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Dia mengatakan Undang-Undang Omnibus law tahun 2021 menjadi tonggak penting deregulasi, namun pemerintah terus melanjutkan reformasi lanjutan agar Indonesia semakin menarik bagi investor asing dan domestik.

Dengan sistem satu atap yang lebih efisien dan transparan, investor diharapkan mendapatkan kejelasan proses perizinan dan kepastian hukum sehingga investasi bisa berjalan lebih cepat dan lancar.

Kementerian Investasi juga mendorong investasi digital dan data center, mengingat nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan tumbuh dari 130 miliar dolar AS menjadi 360 miliar dolar AS sebelum tahun 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.