Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Identifikasi Spesies Baru Katak Pohon Endemik Sulawesi

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 16:34 WIB | Oleh:
BRIN Identifikasi Spesies Baru Katak Pohon Endemik Sulawesi Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Spesies katak pohon baru endemik Sulawesi, Rhacophorus boeadii.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi spesies baru katak pohon endemik Sulawesi dari genus Rhacophorus, yang ditemukan di dua lokasi berbeda, yakni Gunung Katopasa, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Gunung Gandang Dewata, Sulawesi Barat (Sulbar).

Spesies baru tersebut diberi nama Rhacophorus boeadii, sebagai penghormatan kepada mendiang Drs Boeadi, seorang naturalis dan ilmuwan dari Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), yang telah berkontribusi terhadap dunia ilmu zoologi dan konservasi satwa herpetofauna di Indonesia.

"Katak ini berukuran sedang dengan panjang tubuh jantan sekitar 40-45 mm dan betina 48-54 mm. Ciri khas lainnya, termasuk moncong jantan yang miring, kulit punggung kasar dengan bintik putih, serta pola bercak putih di sisi tubuh," kata Peneliti Herpetologi BRIN Amir Hamidy di Jakarta, Rabu (11/6).

Amir mengungkapkan analisis morfologi, genetika, serta suara panggilan jantan mendukung bahwa spesimen ini adalah spesies yang belum pernah dideskripsikan sebelumnya.

"Kami sangat antusias dengan penemuan ini karena semakin membuka wawasan terhadap kekayaan biodiversitas Sulawesi yang unik," ujarnya.

"Namun kami juga khawatir karena habitatnya yang terspesifikasi pada hutan dataran tinggi sangat rentan terhadap ancaman kerusakan habitat dan perubahan iklim," lanjut Amir.

Sebagai bagian dari kawasan Wallacea, kata Amir, Pulau Sulawesi dikenal sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati dengan tingkat endemisme tinggi, terutama untuk kelompok amfibi.

Sayangnya tekanan terhadap habitat alami terus meningkat dan menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan spesies endemik.

Oleh karena itu ia mendorong kepada seluruh pemangku kepentingan terkait agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan demi menjaga habitat alami flora dan fauna endemik Indonesia.

Diketahui, temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Zootaxa (5569 (2): 201–230) dan menjadi referensi penting dalam studi taksonomi serta konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Rona
Deburan Ombak hingga Gurihn...
Advertisement
PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.