Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Dunia: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Tembus 194 Juta Orang

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bank Dunia: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Tembus 194 Juta Orang Doc: antara
Ket. BANK DUNIA - Tantangan Indonesia ke depan bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi menaikkan kesejahteraan mayoritas masyarakat ke level hidup layak secara global.

Jakarta - Bank Dunia merilis laporan terbarunya bertajuk “June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform”, yang menyebutkan lonjakan signifikan dalam jumlah penduduk miskin di Indonesia. Kenaikan ini bukan disebabkan oleh penurunan kondisi ekonomi, melainkan akibat perubahan metodologi perhitungan garis kemiskinan global yang digunakan Bank Dunia.

Dalam pembaruan tersebut, Bank Dunia resmi mengadopsi perhitungan purchasing power parity (PPP) 2021 dalam menentukan garis kemiskinan. Sebelumnya, Bank Dunia masih menggunakan perhitungan PPP 2017.

"Revisi PPP mencerminkan data terbaru mengenai garis kemiskinan nasional yang menunjukkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan perubahan harga semata, terutama untuk garis kemiskinan internasional (kemiskinan ekstrem), serta garis kemiskinan negara berpendapatan menengah atas," tulis Bank Dunia dalam laporan bertajuk June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform, dikutip Senin (9/6).

Setelah mengadopsi PPP 2021, Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan internasional menjadi 3 dollar AS per orang per hari, naik dari 2,15 dollar AS per hari (PPP 2017).

Dengan standar baru tersebut, sekitar dua dari tiga orang Indonesia tergolong miskin, meningkat signifikan dari 60,3 persen pada laporan Macro Poverty Outlook sebelumnya yang masih menggunakan standar PPP 2017. Namun, dengan update terbaru menggunakan PPP 2021, angka itu melonjak drastis menjadi 68,2% dari total populasi 2024 yaitu sekitar 194,4 juta jiwa.

Bank Dunia menyebutkan bahwa meskipun Indonesia telah berhasil menghapus kemiskinan ekstrem (PPP 2017), mayoritas penduduk masih berada dalam kategori rentan miskin secara global. Oleh karena itu, tantangan Indonesia ke depan bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi menaikkan kesejahteraan mayoritas masyarakat ke level hidup layak secara global.

Perbedaan Data

Sebelumnya, Bank Dunia mengumumkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada 2024 lalu sebesar 60,3 persen atau sekitar 172 juta jiwa dari total penduduk yang tercatat sebanyak 285,1 juta jiwa.

Angka kemiskinan yang disampaikan Bank Dunia itu sangat kontras dengan data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2024 hanya 8,57 persen atau sejumlah 24,06 juta jiwa.

Jomplangnya angka kemiskinan versi Bank Dunia dan BPS itu karena metode penghitungan penduduk yang digunakan berbeda. Bank Dunia menghitung dengan acuan garis kemiskinan untuk kategori negara dengan pendapatan menengah ke atas (upper middle income country) sebesar 6,85 dollar AS per kapita per hari atau setara pengeluaran 115.080 rupiah per orang per hari dengan kurs 16.800 per dollar AS.

“Meskipun permintaan yang kuat telah mendukung kinerja ekonomi yang stabil dan menurunkan angka kemiskinan, percepatan pertumbuhan memerlukan penerapan reformasi struktural untuk meningkatkan potensi pertumbuhan negara dan mengurangi risiko overheating,” sebut laporan Bank Dunia bertajuk Macro Poverty Outlook edisi April 2025, yang dikutip Selasa (29/4).

Bank Dunia sendiri telah menggolongkan Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas pada 2023, setelah mencapai gross national income atau GNI (pendapatan nasional bruto) sebesar 4.580 dollar AS per kapita. Dengan demikian, ukuran garis kemiskinan yang pantas digunakan untuk Indonesia mengacu pada pengeluaran 6,85 dollar AS per kapita per hari atau setara pengeluaran 115.080 per orang per hari, sehingga jumlah penduduk miskinnya setara 60,3 persen dari total penduduk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.