Ritual Ngarantek Sawa Bahu wujud pelestarian budaya-multikulturalisme
📅 Senin, 09 Jun 2025, 15:55 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Narwati
Bengkayang -- Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan ritual Ngarantek Sawa Bahu atau tahun baru padi di Bengkayang Kalimantan Barat sebagai bentuk pelestarian budaya dan multikulturalisme di daerah setempat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Darwis dalam pembukaan Budaya Ngarantek Sawa Bahu ke-VII di kecamatan Lumar, Bengkayang, Senin.
"Ritual Ngarantek Sawa Bahu ini menandai dimulainya musim berladang dengan cara meminta petunjuk alam dan Jubata (Tuhan) untuk menentukan tempat yang baik dalam membuka lahan baru," ujarnya.
Menurutnya, ritual ini bukan hanya sebatas tradisi, tapi juga wahana menumbuhkan semangat dan motivasi dalam menggali, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat, khususnya generasi muda di Kecamatan Lumar.
Ia menegaskan, pentingnya warisan budaya seperti Ngarantek Sawa Bahu untuk terus dirawat dan dijaga keberadaannya sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Hal ini dinilai sejalan dengan semangat multikulturalisme yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Multikulturalisme bukan sekadar pengakuan terhadap keberagaman, tetapi juga penghormatan terhadap kesetaraan dalam perbedaan. Semangat ini bertentangan dengan sikap eksklusivisme, egoisme, dan fanatisme sempit yang tidak sesuai dengan nilai-nilai nasionalisme yang diwariskan oleh para pendiri bangsa," katanya.
Kegiatan budaya seperti ini juga selaras dengan kebijakan nasional dan daerah, termasuk Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 3 Tahun 2020, serta Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2020 yang semuanya mengatur tentang pelestarian budaya daerah.
Pemerintah Bengkayang akan terus mendukung kegiatan-kegiatan serupa yang bersifat memajukan kebudayaan daerah. Hal ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas keberagaman etnis dan budaya yang dimiliki Bengkayang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebagai warga Kabupaten Bengkayang, kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemajemukan ini. Jika mampu dikemas dengan baik, keberagaman ini adalah potensi budaya yang tak ternilai harganya," ujarnya.
Bupati harap, acara tersebut menjadi momen penting dalam merawat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi sebagai simbol kebersamaan lintas budaya dan agama yang hidup rukun di tengah masyarakat Kabupaten Bengkayang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!