Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setiap Kecamatan Jakarta akan Punya Kampung Budaya Demi Pelestarian

📅 Senin, 15 Des 2025, 15:35 WIB | Oleh:
Setiap Kecamatan Jakarta akan Punya Kampung Budaya Demi Pelestarian Doc: DPRD DKI Jakarta

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendorong penguatan kampung budaya sebagai agenda serius pembangunan Jakarta, bukan sekadar proyek simbolik atau acara seremonial. Ia menegaskan, setiap kecamatan idealnya memiliki satu kampung budaya yang hidup, aktif, dan dikelola bersama oleh masyarakat setempat.

Menurut Wibi, kampung budaya harus dipahami sebagai ruang bersama yang mampu menjaga tradisi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi warga. Dengan konsep yang tepat, kampung budaya dapat menjadi pusat seni, sosial, dan kewirausahaan yang berkelanjutan di tingkat lokal.

Pemprov DKI Jakarta selama ini telah menjalankan Program Kampung Budaya Betawi di sejumlah wilayah sebagai upaya menjaga identitas Jakarta. Program tersebut dinilai penting untuk memastikan budaya Betawi tetap tumbuh di tengah laju pembangunan kota metropolitan yang semakin masif.

"Di Jakarta ada 267 kelurahan dan 44 kecamatan. Setiap kecamatan seharusnya memiliki satu kampung budaya agar destinasi budaya Jakarta semakin lengkap," ujar Wibi.

Ia menilai keberadaan kampung budaya bukan hanya soal pelestarian nilai-nilai tradisi, tetapi juga tentang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Aktivitas seni, pertunjukan budaya, hingga produk lokal dapat menjadi sumber penghasilan warga jika dikelola secara konsisten dan profesional.

Wibi menekankan bahwa kampung budaya memiliki daya tarik wisata yang kuat, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran ruang budaya yang autentik dinilai mampu memperkaya wajah pariwisata Jakarta yang selama ini identik dengan pusat bisnis dan hiburan modern.

"Sehingga pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal bisa berjalan beriringan, bukan saling meninggalkan," kata Wibi.

Menurutnya, pengembangan kampung budaya harus dilakukan melalui kolaborasi erat antara warga dan pemerintah daerah. Dukungan kebijakan, program pendampingan, serta alokasi anggaran yang berkelanjutan menjadi faktor kunci agar kampung budaya tidak berhenti di tengah jalan.

Wibi juga menyoroti potensi kampung budaya sebagai ekosistem pengembangan UMKM berbasis budaya. Di dalamnya, seni tradisi, kuliner lokal, kriya, hingga produk kreatif warga dapat tumbuh dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Pendekatan tersebut dinilai mampu mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi pelaku utama di lingkungannya sendiri. Kampung budaya memberi ruang bagi warga untuk mengelola, merawat, dan mengembangkan potensi daerahnya secara mandiri.

"Yang didorong adalah partisipasi aktif masyarakat dalam membangun ruang hidupnya sendiri melalui kampung budaya," jelasnya.

Saat ini, Jakarta telah memiliki sejumlah kawasan yang menjadi rujukan pengembangan kampung budaya Betawi. Beberapa di antaranya adalah Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Kampung Budaya Betawi Condet, kawasan Marunda, serta wilayah berbasis seni dan tradisi seperti Rawa Belong.

Wibi menilai kawasan-kawasan tersebut dapat menjadi fondasi awal untuk memperluas konsep kampung budaya hingga ke tingkat kecamatan. Dengan replikasi yang disesuaikan karakter lokal, setiap wilayah dinilai mampu memiliki identitas budaya yang kuat tanpa harus seragam.

Ia menegaskan DPRD DKI Jakarta akan terus mendorong agar konsep kampung budaya masuk dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan kota tidak boleh hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menjaga ruh budaya Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.