Kerusuhan di LA Berlanjut, Demonstran Bentrok dengan Pasukan Keamanan
📅 Senin, 09 Jun 2025, 11:08 WIB | Oleh: Lili LestariKomando Utara AS, bagian dari Departemen Pertahanan yang bertanggung jawab atas pertahanan nasional, mengatakan "sekitar 500 Marinir...berada dalam status siap dikerahkan jika mereka diperlukan untuk menambah dan mendukung" operasi federal yang sedang berlangsung.
Garda Nasional sering digunakan dalam bencana alam, dan kadang-kadang dalam kasus kerusuhan sipil, tetapi hampir selalu dengan persetujuan otoritas setempat.
Pengerahan pasukan oleh Trump -- yang pertama di atas kepala gubernur negara bagian sejak 1965 -- dikritik oleh Demokrat, termasuk mantan wakil presiden Kamala Harris yang menyebutnya "eskalasi berbahaya yang dimaksudkan untuk memicu kekacauan."
Intimidasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Tetapi Partai Republik mendukung Trump menampik penolakan tersebut.
"Saya sama sekali tidak khawatir tentang hal itu," kata Ketua DPR Mike Johnson. Ia menuduh Gubernur Newsom memiliki "ketidakmampuan atau keengganan untuk melakukan apa yang diperlukan".
Para demonstran mengatakan kepada AFP bahwa tujuan pasukan itu tampaknya bukan untuk menjaga ketertiban.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pikir itu taktik intimidasi," kata Thomas Henning.
"Protes ini berlangsung damai. Tidak ada yang mencoba melakukan kerusakan apa pun saat ini, namun Garda Nasional dengan magasin berisi peluru dan senjata besar berdiri di sekitar untuk mencoba mengintimidasi warga Amerika agar tidak menggunakan hak amandemen pertama kami."
Estrella Corral mengatakan para demonstran marah karena para imigran pekerja keras yang tidak melakukan kesalahan apa pun diculik oleh agen imigrasi bertopeng.
"Ini komunitas kami, dan kami ingin merasa aman," katanya kepada AFP.
"Trump mengerahkan Garda Nasional adalah hal yang konyol. Saya pikir dia sedang meningkatkan ketegangan, dia mencoba membuat pertunjukan untuk agendanya."
Marshall Goldberg (78), mengatakan kepada AFP bahwa pengerahan pasukan Garda Nasional membuatnya merasa "sangat tersinggung."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!