Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Wacanakan Pulau Kucing di Kepulauan Seribu untuk Selamatkan Satwa Liar dan Tarik Wisatawan

📅 Senin, 09 Jun 2025, 14:30 WIB | Oleh:
Jakarta Wacanakan Pulau Kucing di Kepulauan Seribu untuk Selamatkan Satwa Liar dan Tarik Wisatawan Doc: Getty Images

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menghadirkan pulau kucing di kawasan Kepulauan Seribu sebagai bagian dari upaya penanggulangan populasi kucing liar sekaligus menciptakan destinasi wisata baru. Gagasan ini diinspirasi dari keberhasilan Jepang mengelola pulau-pulau seperti Aoshima dan Tashirojima yang terkenal karena populasi kucingnya yang mendominasi dan berhasil menarik wisatawan internasional.

Dalam pernyataannya pada 15 Mei lalu, Pramono menjelaskan bahwa pemerintah kota tengah menjajaki kemungkinan mengisi salah satu pulau di lepas pantai Jakarta dengan kucing. Menurutnya, ini adalah upaya untuk mengendalikan pertumbuhan kucing yang tidak terkendali di ibu kota dan sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

"Ide tentang pulau kucing bukanlah hal baru. Jepang telah membangunnya dan pulau-pulau itu telah menjadi tujuan wisata yang luar biasa," ujar Pramono.

Ia juga menambahkan bahwa jika wacana ini terealisasi, maka pulau tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi Jakarta.

Sejak menjabat sebagai gubernur pada Februari, Pramono mengatakan bahwa penanganan populasi kucing merupakan salah satu aspirasi yang paling sering disuarakan warga. Ia menuturkan bahwa setelah berdiskusi dengan sejumlah pakar, ide pembangunan pulau kucing muncul sebagai solusi potensial untuk berbagai persoalan yang dihadapi kota ini.

Berdasarkan estimasi terbaru pemerintah kota pada 2024, terdapat sekitar 750.000 kucing liar dan 110.000 kucing peliharaan di Jakarta. Angka ini diperkirakan dapat meningkat hingga empat kali lipat dalam lima tahun ke depan karena kucing mampu berkembang biak dengan cepat, menghasilkan tiga hingga empat anak setiap tahun.

Lonjakan populasi kucing ini dikhawatirkan akan memicu berbagai masalah seperti penyebaran penyakit, konflik antara manusia dan hewan, serta ketidakseimbangan ekologi. Namun, Jakarta saat ini hanya memiliki kapasitas untuk mensterilkan sekitar 20.000 kucing per tahun, sehingga memerlukan solusi alternatif yang lebih luas dan terintegrasi.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan Kepulauan Seribu, gugusan pulau yang terbentang sejauh 160 kilometer dari daratan Jakarta. Meski namanya “seribu”, kawasan ini hanya terdiri dari sekitar 340 pulau, sebagian besar di antaranya telah dihuni oleh komunitas nelayan atau dikembangkan menjadi kawasan wisata.

Gagasan untuk memindahkan kucing ke salah satu pulau ini menimbulkan beragam reaksi, terutama dari kalangan aktivis dan pakar lingkungan. Mereka menyuarakan kekhawatiran bahwa lingkungan pulau yang tidak selalu ramah dapat menyulitkan adaptasi kucing, serta potensi gangguan terhadap ekosistem yang sudah ada di sana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menegaskan bahwa hewan-hewan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.

“Kucing-kucing tidak akan ditelantarkan di pulau kucing ini,” ujarnya, menjawab kekhawatiran soal kesejahteraan hewan.

Hasudungan menjelaskan bahwa pemerintah akan membangun fasilitas khusus yang ramah bagi para kucing.

“Kami akan membangun tempat yang nyaman bagi mereka, di mana mereka akan dirawat dan dimanja dengan baik. Orang-orang dapat mengunjungi pulau ini yang berfungsi sebagai tujuan wisata sekaligus tujuan pendidikan,” tambahnya.

Pulau kucing ini nantinya akan menampung kucing liar dan peliharaan yang telah ditelantarkan dan berhasil diselamatkan dari berbagai wilayah di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Pasang Badan Tola...

Wonosobo Andalkan Dieng Caldera Race untuk Promosi Wisata

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Wonosobo Andalkan Dieng Cal...

Cermati Bahaya Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu ke Depan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...

Ada yang Tahu Jumlah Cagar Budaya Secara Nasional?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...

Suara Rakyat Tetap Jadi Landasan Jakarta Membangun

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Suara Rakyat Tetap Jadi Lan...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.