Sektor Migas Makin Canggih! Teknologi AI Kini Kendalikan Produksi Minyak di Indonesia!
📅 Minggu, 08 Jun 2025, 21:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung produksi di sektor minyak dan gas (migas) mencakup pemantauan real-time. Dalam hal ini, AI memantau tekanan, suhu, dan aliran fluida dari sumur secara langsung dan memberikan rekomendasi untuk pengaturan alat.
Selain itu, AI membantu pemeliharaan atau predictive maintenance. Sistem AI mendeteksi potensi kerusakan peralatan seperti pompa, katup, atau kompresor sebelum terjadi kegagalan—mengurangi downtime.
Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan perusahaan migas baik lokal maupun internasional di Indonesia telah menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan produksi dan lifting migas.
Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/6), salah satu refinery unit di Indonesia menggunakan AI bernama RUVision.
"Teknologi deteksi bahaya di kilang ini menggabungkan sistem CCTV dengan analitik berbasis AI, sehingga bisa memantau kondisi lapangan lebih cepat dan akurat," katanya saat menjadi narasumber dalam acara Global Digital Forum di Nizhny Novgorod, Russia, Jumat (6/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Hangga mengatakan AI RUVision memang dirancang fokus untuk deteksi dini potensi bahaya.
Sistem tersebut bisa secara otomatis mengenali aktivitas berisiko di area kilang, mulai dari kecepatan kendaraan berlebih sampai indikasi kebocoran bahan berbahaya.
"Teknologi ini siap meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional di kilang," kata Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi itu dalam forum yang mempertemukan perwakilan dari berbagai organisasi internasional, regional, lembaga pemerintah, bisnis, komunitas akademis, dan kalangan ilmiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Global Digital Forum merupakan platform interaksi digital internasional yang didasarkan pada pembentukan tren teknologi informasi (TI), memperoleh pengetahuan baru dan menemukan mitra, mempelajari pencapaian teknologi Informasi, dan menyelesaikan transaksi/perjanjian.
Dalam acara tersebut membahas mengenai perbankan digital dan akses internet.
"Seperti yang kita ketahui teknologi informasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, karena mengubah cara hidup, bekerja, dan berinteraksi," kata Hangga.
Ia melanjutkan perbankan digital dan akses internet memiliki dampak besar pada peningkatan efisiensi ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia.
Digital banking memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan lebih sederhana, sementara akses internet membuka peluang bisnis dan memperluas jangkauan pasar.
"Saat ini, setiap bank ada aplikasi yang bisa diakses di HP dan bisa membayar
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!