AS dan Iran Mau Duduk Bareng di Oman, Negosiasi Nuklir Digelar Jumat Ini
📅 Rabu, 04 Feb 2026, 20:25 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: TRT World
JAKARTA - Pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan digelar di Oman dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut disebut menjadi upaya terbaru meredakan ketegangan terkait program nuklir Teheran.
Informasi tersebut disampaikan koresponden Axios, Barak Ravid, melalui platform media sosial X. Ia menyebut pertemuan direncanakan berlangsung pada Jumat di Oman.
"Perundingan nuklir antara AS dan Iran diperkirakan akan berlangsung di Oman pada hari Jumat," tulis Barak Ravid.
Menurut Ravid, hingga kini masih berlangsung pembahasan terkait format pertemuan tersebut. Salah satu isu yang dibahas adalah kemungkinan keterlibatan negara-negara Arab dan Muslim dari kawasan Timur Tengah.
"Negosiasi masih berlangsung mengenai apakah negara-negara Arab dan Muslim dari kawasan tersebut akan bergabung dalam pembicaraan di Oman," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait. Gedung Putih, pemerintah Oman di Muscat, maupun otoritas Iran di Teheran belum memberikan pernyataan terbuka mengenai laporan tersebut.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa beberapa negara regional diperkirakan akan turut ambil bagian dalam pembicaraan. Keterlibatan negara kawasan dinilai penting untuk menjamin stabilitas regional jika kesepakatan tercapai.
Namun demikian, Iran disebut memiliki preferensi berbeda terkait mekanisme dialog. Axios melaporkan bahwa Teheran mendorong agar pembicaraan dilakukan secara langsung antara Iran dan Amerika Serikat tanpa perantara tambahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perbedaan pandangan ini menjadi salah satu faktor yang masih dinegosiasikan menjelang pertemuan. Format pembicaraan akan sangat menentukan arah dan efektivitas dialog nuklir ke depan.
Di sisi lain, laporan juga mengungkap dinamika kebijakan Washington terhadap Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan memutuskan menunda opsi aksi militer terhadap Iran.
Keputusan tersebut disebut diambil setelah adanya tekanan dari negara-negara kawasan. Negara-negara tersebut khawatir langkah militer akan memicu respons agresif dari Iran dan memperburuk situasi keamanan regional.
Penundaan opsi militer dinilai membuka ruang diplomasi yang lebih luas. Pembicaraan di Oman pun dipandang sebagai jalur kompromi yang relatif netral bagi kedua pihak.
Oman selama ini dikenal sebagai mediator diplomatik dalam isu-isu sensitif di Timur Tengah. Negara tersebut kerap menjadi tuan rumah dialog tertutup antara pihak-pihak yang memiliki hubungan tegang.
Jika pertemuan benar-benar terealisasi, pembicaraan ini berpotensi menjadi titik penting dalam hubungan AS-Iran. Hasilnya akan sangat menentukan arah kebijakan nuklir Iran dan stabilitas geopolitik kawasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!