Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Bupati: 9.170 Hektare Kawasan di Belitung Masuk Kategori Kumuh

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
'Bupati: 9.170 Hektare Kawasan di Belitung Masuk Kategori Kumuh Doc: Antara
Ket. Bupati Belitung, Djoni Alamsyah mengatakan, ribuan hektar kawasan kumuh sebagian berada di perkotaan, Selasa (27/5).

Tanjungpandan - Bupati Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Djoni Alamsyah mencatat 9.170 hektare kawasan di daerah itu masuk dalam kategori kumuh sehingga diperlukan penanganan serius.

"Tercatat seluas 9.170 hektare kawasan yang masuk kategori kumuh, kondisi ini harus segera ditangani dengan serius supaya tertata rapi," kata Djoni Alamsyah di Tanjungpandan, Selasa (27/5).

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sidang paripurna DPRD Belitung dengan agenda jawaban terhadap penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.

Ia mengatakan, angka luas kawasan kumuh terbilang rendah dibanding dengan total kawasan di Kabupaten Belitung yang mencapai 29.190 hektare, namun tetap menjadi perhatian serius untuk dilakukan penataan secara bertahap.

"Dalam percepatan penanganan kawasan kumuh, kami berkolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) guna meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat," jelas dia.

Ia mengakui, ribuan hektare kawasan yang masuk kategori kumuh tersebut sebagian besar berada di wilayah perkotaan yang biasanya terdapat pemukiman padat penduduk.

"Secara berkala kami melakukan telah melakukan pemantauan atas pelaksanaan fisik seperti perbaikan infrastruktur dasar dan penataan lingkungan," kata Bupati.

Menurut Djoni Alamsyah, kawasan yang belum ditetapkan sebagai kawasan kumuh baik yang berada di wilayah perkotaan maupun pedesaan masuk dalam kategori permukiman layak huni.

"Untuk mencegah bertambahnya kawasan kumuh, kami melaksanakan program secara berkelanjutan salah satunya adalah penegakan aturan perizinan melalui pengawasan ketat terhadap pembangunan perumahan agar sesuai dengan tata ruang yang standar teknis yang ditetapkan," jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya memanfaatkan layanan teknologi digital untuk pemantauan dini dan deteksi cepat wilayah berpotensi kumuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Sebut Dugaan Korupsi Ke...

Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Polri Tunda Pelaksanaan Ope...
Megapolitan
Pemprov DKI Tertibkan Parki...
Olahraga
TVRI Pastikan Kesiapan Siar...
Olahraga
FIFA Umumkan 18 Lagu Masuk ...
Nasional
Mensesneg: Presiden Lantik ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.