Prioritaskan Inklusi dan Kenyamanan Standar Layanan Haji
📅 Jumat, 23 Mei 2025, 00:00 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasGaruda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 13 armada wide-body (berbadan lebar) selama musim haji berlangsung yang terdiri dari Boeing B777-300ER, Airbus A330-900neo, dan Airbus A330-300. Dari total pesawat yang dioperasikan tersebut, lima diantaranya merupakan pesawat sewa. Kemudian untuk mengantisipasi potensi ketidakteraturan pada operasional penerbangan, Garuda Indonesia juga menyediakan 1 pesawat cadangan jenis Airbus A330-300.
Bagaimana dengan kesiapan armada?
Kami terus mengoptimalkan kesiapan layanan operasional pelaksanaan penerbangan haji. Dalam rangka memastikan fase keberangkatan hingga fase kepulangan haji berlangsung dengan lancar dan aman, upaya kesiapan dilakukan dalam sejumlah aspek mulai dari layanan, operasional, hingga penguatan keselamatan tata kelola.
Bagaimana cara menjamin kelancaran operasional Haji ini?
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk memastikan pesawat beroperasi dalam kondisi sehat dan layak terbang, Garuda Indonesia menerapkan sejumlah prosedur perawatan secara menyeluruh dan berlapis di seluruh armada yang akan melayani penerbangan haji melalui program Aircraft Health Program yang telah berlangsung sejak awal April lalu, termasuk menyertakan General Authority of Civil Aviation (GACA) Certification sebagai syarat utama untuk mendaftarkan pesawat haji ke Otoritas Kerajaan Arab Saudi.
Apakah ada tim yang diterjunkan langsung?
Ada, anak usaha GMF AeroAsia turut berpartisipasi aktif dalam memastikan kesiapan aspek teknis lainnya, diantaranya melalui optimalisasi material/ spare readiness yakni penempatan tools dan spare part di stasiun embarkasi sebagai mitigasi kebutuhan penempatan part pesawat dan manpower readiness dengan penempatan 142 engineer yang tersebar di 7 (tujuh) embarkasi hingga Jeddah, Madinah, dan Hyderabad.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa fokus layanan Haji kali ini?
Dengan lebih dari 25 ribu calon jemaah haji dengan usia di atas 65 tahun (atau sebesar 28,4 persen dari total jemaah) yang akan dilayani di tahun ini, Garuda Indonesia juga berfokus pada upaya memberikan kebutuhan untuk menunjang pelayanan usia lanjut, baik selama di darat menuju dan turun dari pesawat, serta pada saat perjalanan udara berlangsung. Lebih lanjut, layanan dukungan tersebut juga mencakup kebutuhan bagi jemaah penyandang disabilitas.
Bisa dijelaskan tentang Program haji ramah lansia dan Disabilitas?
Oya itu, Program haji ramah lansia dan Disabilitas ini diharapkan dapat menghadirkan layanan penerbangan yang inklusif bagi jemaah lanjut usia maupun penyandang disabilitas, sehingga diharapkan kenyamanan perjalanan dapat dirasakan oleh seluruh jemaah dan persiapan ibadah haji pun semakin maksimal.
Bagaimana dengan layanan pendukung?
Sejumlah perlengkapan layanan pendukung di penerbangan yang akan disediakan di antaranya 30 kursi roda di setiap embarkasi, 2 ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jemaah yang dilengkapi dengan toilet, prioritas naik & turun, penanganan bagasi khusus, buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz, serta untuk memaksimalkan kenyamanan lebih tersedia selimut, kotak P3K, peralatan darurat juga hingga asistensi para awak kabin untuk membantu keterlibatan jemaah selama di penerbangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!