Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Tarif AS Menguji Para Pemimpin Asia Tenggara di KTT ASEAN di Malaysia

📅 Jumat, 23 Mei 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Beijing telah menjalin hubungan yang lebih erat dengan Asia Tenggara , memposisikan dirinya sebagai "mitra dagang yang dapat diandalkan" meskipun ada ketegangan dengan anggota ASEAN atas klaim saingan di Laut Tiongkok Selatan.

Li akan menghadiri pertemuan puncak pertama antara ASEAN, Beijing dan negara-negara penghasil minyak termasuk Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar dan Arab Saudi.

Hal itu menyusul desakan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, atas kerja sama yang lebih besar antara Beijing dan Malaysia "untuk menjaga prospek cerah keluarga Asia kita" selama upaya pesona diplomatik Asia Tenggara pada bulan April.

Anwar mengatakan sebagai balasannya bahwa Malaysia akan "tetap menjadi teman yang teguh dan berprinsip bagi Tiongkok".

Namun, kemarahan atas tarif AS juga berarti bahwa negara-negara ASEAN "tidak akan secara otomatis jatuh ke tangan Tiongkok", kata seorang sumber diplomatik, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, kepada AFP.

"Ini bukan situasi biner. ASEAN tahu bahwa Tiongkok sama seperti AS, yakni merupakan kekuatan besar yang akan menindas mereka jika diinginkan," kata sumber tersebut.

Dan "sementara konsensus umumnya adalah mereka marah pada AS... tidak ada seorang pun yang ingin menyinggung Washington juga".

James Chin, profesor studi Asia di Universitas Tasmania, memperingatkan bahwa bermain dengan Amerika Serikat dan Tiongkok merupakan "strategi berisiko tinggi".

Bahayanya bersikap netral adalah "setiap tindakan kebijakan luar negeri yang Anda ambil akan diteliti" oleh masing-masing kekuatan lawan, kata Chin.

Sementara yang lain mengatakan kebijakan netralitas ASEAN tetap berlaku.

"Seluruh dunia seharusnya tidak memiliki masalah dengan posisi ASEAN untuk 'bersahabat dengan semua orang'," kata S. Munirah Alatas, seorang spesialis geopolitik di Allianz Centre for Governance, Universitas Malaya.

Namun, ia mengatakan blok tersebut masih menghadapi tantangan berat yang belum terselesaikan, termasuk "permusuhan di Myanmar dan ketegangan yang berulang di Laut Tiongkok  Selatan".

"Namun, penyelesaian masalah ini secara sukses tidak didasarkan pada posisi geopolitik ASEAN yang netral," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

AirNav Pastikan Layanan Navigasi Dukung Penanganan Gempa NTT

45 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Daerah
AirNav Pastikan Layanan Nav...
Megapolitan
Malam Ini Jakarta Gelar Pes...
Daerah
Bergerak Bersama, ASDP Anta...
Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.