Kebijakan Tarif AS Menguji Para Pemimpin Asia Tenggara di KTT ASEAN di Malaysia
📅 Jumat, 23 Mei 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CNA
KUALA LUMPUR - Para pemimpin Asia Tenggara akan menyampaikan kekhawatiran mendalam atas tarif baru yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump saat pertemuan puncak ASEAN pada Senin 26 Mei 2025, dengan peringatan bahwa tindakan sepihak tersebut menimbulkan tantangan besar bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas di kawasan, menurut rancangan pernyataan yang dilihat oleh AFP.
Tarif Trump telah mengguncang pasar global dan menjungkirbalikkan perdagangan internasional, dan membuat para pemimpin dari blok ASEAN yang beranggotakan 10 negara berebut mencari cara untuk membatasi dampaknya pada ekonomi masing-masing yang bergantung pada perdagangan.
ASEAN juga terjebak di antara perang dagang antara mitra dagang terbesar mereka, Amerika Serikat dan Tiongkok, di mana Washington telah mengenakan tarif tertinggi.
Menurut rancangan pernyataan yang diharapkan akan dikeluarkan oleh para pemimpin ASEAN setelah pertemuan hari Senin, mereka menyatakan "kekhawatiran yang mendalam... atas penerapan tindakan tarif sepihak".
Langkah-langkah Trump "menimbulkan tantangan yang kompleks dan multidimensi bagi pertumbuhan ekonomi, stabilitas, dan integrasi ASEAN", menurut rancangan pernyataan ketua ASEAN yang dilihat oleh AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para pemimpin juga "menegaskan kembali komitmen kolektif ASEAN" terhadap sistem perdagangan bebas global, katanya.
Setelah pertemuan blok tersebut pada hari Senin, para pemimpin akan mengadakan pertemuan puncak satu hari dengan Tiongkok dan produsen minyak Timur Tengah.
Tarian diplomatik berlanjut akhir minggu ini di negara tetangga Singapura, di mana forum Dialog Shangri-La diperkirakan akan dihadiri para kepala pertahanan termasuk Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron akan memberikan pidato utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
ASEAN, dengan Malaysia sebagai ketua tahun ini, secara tradisional menjaga sikap netral dalam perebutan kekuatan global, tetapi kebijakan tersebut sedang tertekan karena langkah-langkah proteksionis Trump, kata para analis.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah menyerukan rencana aksi bersama ASEAN untuk mengatasi ancaman tarif yang semakin meningkat.
Anwar mengatakan pada pengarahan pra-KTT bahwa blok tersebut harus menghadirkan front persatuan, sementara pembicaraan bilateral antara negara-negara anggota dan Amerika Serikat akan terus berlanjut.
"Kami juga memiliki satu posisi sebagai ASEAN dalam pembicaraan kami," katanya.
ASEAN, kata Anwar, "memiliki kebijakan yang sangat praktis... dan yang menurut saya sangat penting adalah membangun kohesi dalam ASEAN".
Tekanan untuk mengubah sikap ASEAN sebagai "sahabat bagi semua" kemungkinan akan meningkat selama pertemuan puncak lanjutan pada hari Selasa ketika Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang bergabung dengan para pemimpin dan pejabat blok tersebut dari negara-negara Teluk yang kaya minyak, kata para pengamat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!