Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jaktim Larang Panitia Buang Limbah Hewan Kurban ke Saluran Air

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 16:46 WIB | Oleh:
Jaktim Larang Panitia Buang Limbah Hewan Kurban ke Saluran Air Doc: AFP/Saeed Khan
Ket. Sapi

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) melarang panitia kurban di wilayahnya membuang limbah hewan kurban langsung ke saluran air karena dapat mencemari lingkungan.

"Kami mengimbau, tolong yang perlu dilakukan ketika sudah melakukan pemotongan hewan kurban, saya titip untuk dijaga kebersihannya. Panitia jaga kotorannya, jangan dibuang sembarangan," kata Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi dalam sambutan pembukaan acara sosialisasi di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (21/5).

Menurut Fauzi, pengelolaan limbah hewan kurban, termasuk penanganan yang ramah lingkungan menjadi perhatian khusus saat penyelenggaraan Idul Adha 2025.

Hal ini melihat Idul Adha merupakan peristiwa berulang, yang menyebabkan masyarakat khususnya panitia kurban mengabaikan hal-hal ringan tapi berdampak besar bagi lingkungan.

Menurut Fauzi, kebersihan menjadi tanggung jawab panitia kurban untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang bersih, tanpa menyisakan limbah seperti darah dan isi perut hewan ke selokan ataupun kali.

"Karena dapat merusak ekosistem dan menimbulkan masalah kesehatan. Setelah tempat itu digunakan, diproses penyembelihan hewan kurban, lalu harus dikembalikan lagi bersih kembali. Jadi tidak menyisakan kotoran di lingkungan," tegas Fauzi.

Perbuatan membuang limbah kurban sembarangan sangat berbahaya, karena jeroan hewan menjadi media berkembangnya patogen yang dapat menularkan penyakit. Limbah juga bisa membuat kondisi badan air jadi tercemar.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama jajaran kelurahan, kecamatan, RT, dan RW terus menyosialisasikan kepada warga agar tidak membuah limbah hewan kurban sembarangan.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto mengatakan, pihaknya secara aktif memantau berbagai lokasi penampungan hewan kurban untuk memastikan kebersihan dan kondisi lingkungan.

Sudin KPKP Jakarta Timur bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) juga berkoordinasi dalam memastikan limbah kurban agar ditangani dengan prinsip ramah lingkungan.

"Kebersihan nanti tempat pemotongan juga akan kita cek, kesehatan hewan kurbannya juga, sampai setelah Idul Adha berlangsung juga tetap harus dijaga kebersihannya," kata Taufik. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Grup Musik Death Thrash Unt...
Luar Negeri
NASA Umumkan Nama Awak untu...

PT KAI Luncurkan Platform Space Digital

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Luncurkan Platform S...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Anda Bersama Keluarga Akan ke Jakarta Fair Kemayoran 2026? Ini Tiga Rute yang Disiapkan Transjakarta!

Anda Bersama Keluarga Akan ke Jakarta Fair Kemayoran 2026? Ini Tiga Rute yang Disiapkan Transjakarta!

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.