Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lewat Kebun Pangan Madaya, Warga Buktikan Lahan Sempit Bisa Hasilkan Sumber Pangan Mandiri

📅 Senin, 27 Jul 2026, 15:33 WIB | Oleh:
Lewat Kebun Pangan Madaya, Warga Buktikan Lahan Sempit Bisa Hasilkan Sumber Pangan Mandiri Doc: Koran Jakarta/Retno Prayudati

JAKARTA - Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga kini semakin digalakkan melalui berbagai inisiatif berbasis masyarakat. Salah satu upaya tersebut hadir melalui peluncuran program Kebun Pangan Madaya di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL) Dompet Dhuafa, Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (24/7).

Program ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan yang dapat menjadi sumber pangan produktif dan berkelanjutan. Sekaligus hadir sebagai solusi di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Dengan memanfaatkan lahan yang ada, masyarakat diajak untuk menanam berbagai komoditas seperti sayuran, buah, hingga tanaman herbal yang dapat langsung dikonsumsi sehari-hari.

Tidak hanya berfokus pada hasil panen, program ini juga fokus dalam pemberdayaan masyarakat dengan cara edukasi dan pendampingan.

Warga diajarkan teknik bercocok tanam yang sederhana namun efektif. Hal ini membuat program tersebut dapat diterapkan oleh siapa saja, bahkan tanpa pengalaman bertani sekalipun.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, keberadaan kebun ini juga memberikan manfaat ekonomi. Hasil panen yang berlebih dapat dijual, sehingga membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada aspek konsumsi, tetapi juga kesejahteraan keluarga. 

Dedi Yuda, perwakilan dari Camat Cicurug mengatakan Kebun Pangan Madaya merupakan program yang didorong pemerintah peningkatan ekonomi masyarakat. "Kami menilai program ini sejalan dengan pemerintah, sehingga harus didukung penuh terutama untuk peningkatan ekonomi berbasis masyarakat," ujar Dedi.

Lebih jauh, Kebun Pangan Madaya juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat. Pemanfaatan lahan kosong menjadi area produktif mampu mengurangi kesan kumuh sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan sekitar.

Program ini membuktikan tentang langkah yang sederhana dari memanfaatkan pekarangan rumah bisa tumbuh menjadi hasil yang menguntungkan masyarakat. Tentunya, hal ini berjalan jika dilakukan dengan kolaborasi dan kesadaran bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Tanggul Laut yang Roboh di ...

BPBD: Kekeringan di Kota Tangerang Masih Terkendali

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
BPBD: Kekeringan di Kota Ta...
Megapolitan
Polisi Jelaskan Kondisi Ter...
Luar Negeri
Saudia Cargo Bentangkan Jem...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

27 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.