Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyematan Baret Biru, Prajurit TNI Siap Jalani Misi Perdamaian PBB

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 19:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyematan Baret Biru, Prajurit TNI Siap Jalani Misi Perdamaian PBB Doc: ANTARA 
Ket. Suasana Pembaretan di Markas PMPP Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (20/5/2025).

JAKARTA – Sebanyak 1.117 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi menyandang status Peacekeeper setelah menerima baret biru PBB dalam upacara penutupan Pre Deployment Training (PDT) di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dalam siaran pers United Nations Information Centre (UNIC) Jakarta, Selasa (20/5), disebutkan bahwa penyematan baret biru ini menandai kesiapan pasukan untuk diberangkatkan dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia di bawah bendera PBB.

Para personel yang tergabung dalam Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) MONUSCO dan Military Observers/Staff Officer (Milobs/Milstaf) Tahun Anggaran 2025 telah mengikuti pelatihan intensif selama satu bulan di Sentul.

Pelatihan itu dipimpin oleh Komandan Satuan Tugas Kolonel Infanteri Fardhin Wardana dan dibuka pada 21 April 2025 oleh Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Taufik Budi Santoso.

Dalam pengarahan awalnya, Mayjen Taufik memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika wilayah misi, termasuk eskalasi konflik yang melibatkan kelompok bersenjata seperti CODECO, FRPI, ADF, LRA, dan M23 di Republik Demokratik Kongo.

"Setiap prajurit wajib menunjukkan loyalitas, disiplin, dan tanggung jawab dalam latihan maupun penugasan. Patuhi setiap arahan pelatih, jaga keamanan dan kesehatan, hindari pelanggaran, serta manfaatkan waktu untuk mengasah kemampuan," kata Taufik. 

Ia juga berpesan agar pasukan TNI selalu berdoa serta meyakini bahwa tugas ini adalah bagian dari ibadah menjaga perdamaian dunia.

Materi pelatihan di Sentul mencakup pembekalan dari Mabes TNI, kementerian terkait serta perwakilan badan-badan PBB di Jakarta.

Para peserta juga menerima Core Pre-Deployment Training Material (CPTM)—standar pelatihan PBB—dan Specialized Training Materials (STM) yang disesuaikan dengan tugas dan keahlian masing-masing personel.

Pelatihan kali ini juga melibatkan pelaksanaan Quick Impact Project (QIP) oleh Satgas Kizi MONUSCO, yang merenovasi rumah warga kurang layak huni di Desa Tangkil.

Ini menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus bentuk nyata kontribusi awal bagi komunitas sebelum keberangkatan ke wilayah misi, tulis siaran pers itu. 

Disebutkan bahwa Kontingen Garuda kali ini terbagi dalam dua satuan tugas utama, yakni: Rapidly Deployable Battalion (RDB) TNI Konga XXXIX-G MONUSCO dan Kompi Zeni (Kizi) XX-V MONUSCO, ditambah personel Milobs dan Milstaf yang akan ditempatkan di berbagai misi PBB di seluruh dunia.

Upacara penutupan dan penyematan baret biru yang menjadi puncak latihan pratugas menjadi sebuah simbol kehormatan dan tanggung jawab global.

Dengan baret biru di kepala dan semangat menjaga perdamaian di hati, para Peacekeeper Indonesia siap menjalankan amanat PBB di tengah dinamika konflik yang terus berkembang di wilayah misi, seperti dikutip dari rilis UNIC.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
Warga memanfaatkan air send...
Megapolitan
Hilang Kendali, Sebuah Taks...

Tradisi Sembahyang Rebutan di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Tradisi Sembahyang Rebutan ...

Inflasi bulan Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Inflasi bulan Agustus 2026
Megapolitan
Pemkab Bogor Masih Diubek-u...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.